oleh

Begini Cara ‘GOOX’ Melawan Sampah dari Produk Impor

Banner IDwebhost

LENSAPENA – Menyikapi maraknya produk alas kaki impor yang dijual dengan harga sangat murah, tetapi dengan kualitas rendah, seorang pengusaha alas kaki lokal, Ramot Parmohonan Siahaan, menyuguhkan karyanya lebih inovatis dan mengedepankan kualitas.

Pemiliki sepatu dengan merek ‘GOOX’ ini, berani bereksperimen dengan berbagai model dan bentuk, serta bahan baku yang menunjang kualitas lebih tahan lama di kaki konsumen. Dalam menjalankan usahanya tersebut, Ramot Parmohonan Siahaan berapiliasi dengan para pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) alas kaki yang bergabung di Asosiasi Pengrajin Tangerang (APTA).

Baca juga: Fenomenal, Buku Puisi “Kidung Cisadane” Karya Rini Intama

“Bukan sekadar mengedepankan kualitas, atau estetika dalam gaya hidup dengan tampilan yang OK, tapi juga kita harus berpikir bagaimana caranya kita menyelamatkan lingkungan dari sampah. Karena, ketahanan produk itu lama dipakai konsumen, tentu saja akan berdampak pada volume sampah di Indonesia,” ujar Ramot Parmohonan Siahaan.

Pria asal Sumatera Utara yang akrab dipanggil Bang Han, dan membuka usahanya di Pasar Ular Tanjung Priuk ini juga mengaku sangat prihatin dengan maraknya produk impor berkualitas rendah, yang cepat rusak dan menambah percepatan volume sampah di Indonesia.

Baca juga: Geliat Seni Budaya di Kabupaten Tangerang Senyap, Kendalanya SDM dan Anggaran

“Kita jangan hanya berpikir melihat tampilan dan murahnya sebuah produk, tapi juga bagaimana menyelamatkan lingkungan. Jangan sampai juga kita bergaya hanya beberapa hari saja, tau-tau barang yang kita pakai jebol, dan ini hanya akan menjadi sampah,” katanya.

Bang Han juga mengaku, kerap melihat tumpukan sampah dari produk alas kaki impor yang sudah kedaluarsa, dan dibuang begitu saja. Untuk itu, ia berharap kepada pemerintah agar membatasi barang impor, terutama alas kaki atau produk berbahan plastik dan sejenisnya yang memiliki kualitas rendah, dan berpotensi hanya akan menjadi sampah.

Baca juga: Bersama Dinkes, Aetra Tangerang Gencar Kampanyekan Cuci Tangan Pakai Sabun

Karena, menurut Bang Han, selain berdampak buruk terhadap lingkungan, tidak berdampak positif terhadap para pelaku usaha lokal yang membuat produk sama.

“Kalau produknya bagus dan kualitasnya OK, memiliki daya tahan yang lama dipakai konsumen, tidak ada masalah. Tapi ini, sudah kualitasnya rendah, harganya murah, jadi sampah pula,” tandasnya.

Ia juga mengajak seluruh para pelaku usaha alas kaki di Indonesia, untuk berlomba-lomba membuat produk yang berkualitas, melawan produk impor murah dengan kualitas rendah tersebut. Hal ini, kata Bang Han, selain membangun perekonomian dari sektor alas kaki, juga menyelamatkan lingkungan dari maraknya sampah-sampah produk impor yang murah dengan kualitas rendah.

Baca juga: Kesenian Reog Ponorogo Tumbuh Subur di Tangerang

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Update