oleh

Berkesenian, Agus Poleng: Menyalurkan Hobi dan Menebar Virus Positif

LENSAPENA – Pertama hobi, lalu bergaul dan masuk dalam lingkungannya. Lambat-laun menjadi bagian dari mereka. Setelah itu belajar dan bisa. Baru tampil di atas panggung. Begitulah proses perjalanan Agus Poleng dalam menggeluti dunia kesenian. Pria yang memiliki nama asli Agus Winarno, dan saat ini menggeluti seni kontemporer musik campursari ini, mengaku bahwa hidup berkesenian sudah mapan.

Pengertian mapan dalam berkesenian menurut Agus, bukan sekadar bisa nyanyi dan “cuap-cuap” di atas panggung, lalu mendapatkan honor. Lebih dari itu, harus bisa memberikan pesan moral lewat estetika seni yang digeluti.

Baca juga: 2 Gepeng dan 6 Anak Punk Digaruk Satpol PP Kabupaten Tangerang

“Kalau keindahan atau estetika dalam seni, itu sudah pakem dan wajib dimiliki oleh seniman. Karena keahliannya di situ. Tapi yang lebih penting, kalau sudah pakem, ya harus memiliki nilai. Nilai luhur dalam sebuah seni itu budaya. Kalau kita bicara`soal budaya, tak bisa lepas dari moral. Soal rezeki, mengalir saja. Karena sudah ada yang mengatur,” ujar Agus Poleng.

Menurut Agus, seorang seniman terutama seniman panggung adalah public figure yang selalu menjadi perhatian banyak orang. Untuk itu, sebagai sosok yang selalu menjadi obyek, harus bisa menjadi cermin dan contoh. Karena, kata Agus, seniman juga tidak sekadar bisa memberikan hiburan, tetapi harus bisa mentransfer energi positif kepada penikmatnya. Meskipun saat ini Agus mengaku dalam berkesenian masih sangat baru, namun ia terus belajar untuk menggali potensi yang ia miliki.

Baca juga: Al-Qur’an Tetap Utuh di Poslantas yang Dibakar Massa

“Makanya kan ada yang namanya seni budaya, artinya ada nilai estetika dan nilai-nilai kebaikan yang terkandung di dalamnya. Jangan sampai juga, ngaku seniman tetapi tidak bisa menghibur, tidak juga memberikan nilai-nilai kebaikan. Dan, yang juga tidak kalah penting, harus terus belajar,” katanya.

Sebelum menggeluti seni musik campursari, Agus juga penggiat seni ketoprak bersama para seniman urban di Tangerang. Dalam berketoprak ini, Agus yang juga sebagai Pendekar di Persaudaraan Setia Hati Terate ini, pernah bermain satu panggung dengan para tokoh Nasional seperti Dahlan Iskan, Bibit Waluyo, Agum Gumelar, Parni Hadi dan Lilik Sumiarso dalam ketoprak campur tokoh.

Banner IDwebhost

Komentar

NEWS UPDATE