oleh

Butuh Solusi! IKM Alas Kaki di Tangerang “Kembang-kempis”

LENSAPENA – Asosiasi Pengrajin Tangerang (APTA) berharap pemerintah bisa membantu para pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) sektor alas kaki dalam memberikan solusi terkait maraknya produk sepatu atau sandal dengan merek “tembakan” alias plagiat. Karena selain berisiko berhadapan dengan hukum, jika pemilik merek tidak terima produknya dijiplak, pelaku IKM ini sulit untuk berkembang alias “kembang-kempis”.

“IKM seperti ini akan sulit untuk berkembang. Karena yang namanya merek tembakan atau jiplakan, secara mutu dan kualitas pun kita tidak tahu. Produk jiplakan ini kan yang penting lebelnya merek terkenal. Tapi hasilnya seperti apa, dan daya tahannya bagaiman kan kita juga tidak tahu. Selebihnya, ya kucing-kucingan,” ujar Ketua Umum Asosiasi Pengrajin Tangerang (APTA), Widi Hatmoko, Minggu 6 Oktober 2019.

Widi juga mengakui, meskipun saat ini pelaku IKM alas kaki di bawah binaannya mulai memproduksi merek sendiri, tetapi masih banyak juga yang menjiplak merek orang lain.

Baca juga: Debit Air Cisadane Menurun, PDAM TKR Bakal Bikin Hujan Buatan

“Kita tidak bisa melarang, kan? Kewajiban kita ya mengarahkan dan memberikan motivasi-motivasi kepada mereka agar mau berintegrasi ke merek sendiri. Karena mereka juga kan butuh hidup. Kalau diberangus juga nanti malah menambah angka pengagguran. Otomatis angka kriminal juga akan naik,” katanya.

Masih maraknya produk alas kaki dengan merek “tembakan” ini, kata Widi, banyak faktor penyebabnya. Selain kebutuhan ekonomi, karena mereka kesulitan dalam hal pemasaran. Sebab, ketika ada satu atau dua orang mecoba membuat merek sendiri secara legal, di luaran sana juga masih banyak yang menjiplak.

“Sedangkan sasaran pasarnya sama, itu-itu juga. Belum lagi, sekarang banyak produk yang mereknya sama-sama menjiplak, tapi masuk ke kita ini katanya secara impor. Ini kan juga menjadi pesaing baru dalam pasar. Hal-hal seperti ini kan akan lebih menyulitkan lagi bagi produsen alas kaki lokal. Bersaing dengan kawan sendiri saja sudah empot-empotan, dihantam dengan produk impor yang sebenarnya merek tembakan juga. Jadi, ya begini. Semakin kembang-kempis!” Bebernya.

Baca juga: Kurangi Sampah Impor, APTA Ajak Masyarakat Gunakan Produk Lokal

Widi hanya berharap, agar pemerintah mau membantu memberikan solusi. Karena, selain untuk menekan angka plagiat, juga agar pelaku IKM bisa berkembang dengan baik. Ia juga meminta agar masyarakat untuk tidak gengsi dan fanatis terhadap merek atau produk impor.

“Dengan membeli dan memakai produk lokal, berarti kita telah berkontribusi dalam mebangun perekonomian masyarakat, dan ikut membantu pemerintah dalam mengurangi angka pengangguran,” pungkasnya.

Red

Komentar

News Feed