oleh

Debit Air Cisadane Menurun, PDAM TKR Bakal Bikin Hujan Buatan

LENSAPENA – Saat ini kondisi debit air sungai Cisadabe menurun. Turunnya debit air ini bisa dilihat dari Bendung Pasar Baru atau Pintu Air 10. Hal ini disebabkan karena kemaru panjang yang melanda wilayah tersebut. Jika kondisi air terus menurun, bisa mengancam keberlangsungan produksi air baku oleh beberapa perusahaan air bersih yang menggunakan permukaan air sungai terbesar di wilayah Tangerang itu.

Direktur Utama PDAM TKR Kabupaten Tangerang, Rusdy Machmud, mengakui, meskipun saat ini kondisinya masih dibilang normal, pihaknya dan mitra pengguna air baku Cisadane sangat menghawatirkan untuk kelangsungan produksi dan pelayanan air bersih.

“Sungai Cisadane merupakan satu-satunya sumber air baku bagi pengelola air besih di Kabupaten Tangerang. Kalau berkepenjangan akan menggangu terkait pelayanan air bersih, bisa saja volume air akan terus menurun,” kata Rusdy Mahmud saat menggelar pertemuan dengan mitra pengguna air baku Cisadane, Kamis 3 Oktober 2019.

Baca juga: Open House Ananta Wahana: Simbol Kebhinekaan dan “Holopis Kuntul Baris”

Rusdy Machmud yang juga menjabat sebagai Ketua Persatuan Perusahaan Air Munum Seluruh Indonesia (Perpamsi) Provinsi Banten, mengungkapkan, saat ini pihaknya sedang mencari rumusan dalam menyikapi kondisi air Sungai Cisadane agar tidak menggangu pelayanan air bersih warga Tangerang.

Ia juga mengatakan, hasil pertemuan dengan para mitra pengguna air baku tersebut, disepakati akan melakukan hujan buatan. Terkait ini, pihaknya akan bekerjasama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) di Jakarta dan Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca.

“Kami akan melakukan koordinasi dengan BPPT terkait dengan hujan buatan di wilayah Tangerang. Hujan buatan ini akan membantu mengatasi kemearau panjang. BPPT akan melakukan kajian terlebih dahulu sebelum dilaksanakan hujan buatan,” katanya.

Baca juga: Berkesenian, Agus Poleng: Menyalurkan Hobi dan Menebar Virus Positif

Pelaksanaan hujan buatan ini dikoordinir oleh PD PERPAMSI Banten. PERPAMSI akan segera berkoordinasi denganm BPPT, yaitu terkait penggunaan Kapur Tohor Aktif (CaO) sebagai bahan semai untuk meningkatkan efektivitas Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) alias hujan bauatan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang Moch Maesyal Rasyid yang juga menjabat Dewan Pengawas PDAM Tirta Kerta Raharja Kabupaten Tangerang, menambahkan, pihaknya sangat mendukung rencana melakukan TMC atau hujan buatan tersebut. Hal ini, pria yang akrab dipanggil Rudy Maesal ini, adalah sebagai langka Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui PDAM TKR dalam mengantisipasi kekurangan bahan baku air bersih. Selain itu untuk membantu petani. Karena saat ini sumber bahan baku air di sungai Cisadane debitnya naik turun. Sedangkan area persawahan di wilayahnya banyak bergantung sungai Cisadane.

Baca juga: 2 Gepeng dan 6 Anak Punk Digaruk Satpol PP Kabupaten Tangerang

Terkait instalasi dan layanan, menurut Rudy, saat ini Jumlah IPA yang dimiliki PDAM TKR terdapat 11 IPA dengan kapasitas produksi sebesar 4.787,5 L/D. Kapasitas produksi sebesar itu, untuk melayani pelanggan sebanyak 145.738 SL Domestik (Desember 2018) dan 7 SL Air Curah. Dari jumlah tersebut, jika diequivalenkan jumlah SL PDAM TKR adalah r 490.701 SL.

“Sampai saat ini PDAM TKR melayani 3 daerah pelayanan di kota/kabupaten, yakni; Kabupaten Tangerang; Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan.

Dari 145.738 sl 54 persen berada di Kota Tangerang, 38 persen berada di Kabupaten Tangerang, dan 8 persen lagi berada di Kota Tangerang Selatan. Sedangkan cakupan layanan untuk Kabupaten Tangerang saat ini baru mencapai 32,40 persen dari 3,7 juta jumlah penduduk Kabupaten Tangerang.

Widi. H

Komentar

News Feed