oleh

Kurangi Sampah Impor, APTA Ajak Masyarakat Gunakan Produk Lokal

LENSAPENA – Asosiasi Pengrajin Tangerang (APTA) menilai, maraknya produk impor yang dijual dengan harga murah dan kualitas rendah, hanya akan menghasilkan sampah. Terutama produk yang terbuat dari bahan plastik atau sintetis seperti mainan, peralatan rumah tangga, alas kaki dan lain sebagainya.

Menurut Ketua Umum APTA, Widi Hatmoko, produk ini tidak bisa dipakai dengan jangka waktu yang lama, sehingga berpotensi mempercepat jumlah volume sampah di Indonesia. Untuk itu, Widi mengajak masyarakat, terutama ibu-ibu agar lebih memilih menggunakan perabot rumah tangga produk lokal yang terbuat dari bahan alam, seperti bambu, rotan, atau kayu.

Baca juga: Debit Air Cisadane Menurun, PDAM TKR Bakal Bikin Hujan Buatan

“Produk berbahan plastik atau sintetis dengan kualitas rendah, pemakaiannya kan cepat rusak, dan ini berpotensi mempercepat jumlah volume sampah. Biasanya produk peralatan rumah tangga, mainan anak-anak. Termasuk bahan sintetis, seperti produk sepatu dan lain sebagainya,” ujar Widi Hatmoko.

Ia juga mengungkapkan, Kabupaten Tangerang memiliki produk kerajinan terbuat dari bahan baku bambu dan rotan, tidak hanya topi tapi juga perabotan rumah tangga seperti kukusan, tampah, pengki, serta perabotan lainnya. Namun, dengan maraknya produk berbahan baku plastik, dan tak sedikit pula dari ‘impor’, masyarakat mulai meninggalkannya.

“Selain ramah lingkungan, perabotan berbahan baku dari alam buatan lokal ini bisa meningkatkan perekonomian masyarakat, terutama para pelaku UMKM. Makanya, ibu-ibu, ayo kita selamatkan lingkungan dengan memakai produk lokal,” katanya.

Baca juga: 2 Gepeng dan 6 Anak Punk Digaruk Satpol PP Kabupaten Tangerang

Dalam mengurangi sampah dari produk impor ini, Widi juga mendorong para pelaku usaha alas kaki di Kabupaten Tangerang untuk membangun dan meningkatkan kualitas produk. Agar produk alas kaki (sepatu/sandal) bikinan lokal ini memiliki daya tahan lebih lama, tidak sekali atau dua kali pakai jebol.

“Bagi para pelaku usaha, ya begini ini cara mereka menyelamatkan lingkungan, yaitu membuat produk dengan kualitas bagus dan tahan lama. Supaya tidak cepat jebol, dan cepat menumpuk sampah. Dari sisi ekonomi juga kan lebih menguntungkan. Karena kalau kita membuat dengan produk yang lebih berkualitas, tentu saja harganya juga lebih bagus ketimbang yang abal-abal,” paparnya.

Baca juga: Open House Ananta Wahana: Simbol Kebhinekaan dan “Holopis Kuntul Baris”

“Apalagi Tangerang merupakan daerah industri yang terkenal dengan produk sepatunya. Pabrik-pabrik sepatu besar dan berkualitas bagus produksi di sini (Tangerang-red), lalu diekspor. Jangan sampai malah kita impor dengan produk yang murahan dan abal-abal, dan hanya akan menambah sampah saja,” tandasnya.

Meddy

Komentar

News Feed