oleh

Sate Lilit, Kuliner Bali Simbol Pemersatu

Banner IDwebhost

LENSAPENA – Setiap  daerah memilki kuliner atau makanan tradisinal yang menjadi khas daerah tersebut. Ini juga menjadi bagian dari kekayaan kuliner serta keunikan Nusantara yang patut kita banggakan.

Dari berbagai kuliner yang ada tersebut, tidak sekadar memiliki cita rasa yang khas dan lezat saja, namun di sisi lain memilki pesan moral, serta filosofi yang juga semakin memperkaya kearifan lokal yang dimiliki oleh Indonesia.

Baca juga: Mang Akol, Warga Jayanti: 13 Tahun Tinggal di Gubuk Bak Kandang Ayam

Di Bali misalnya, kita mengenal yang namanya sate lilit. Umumnya sate lilit terbuat dari ikan tuna yang dicacah dan diberi bumbu serta kelapa muda parut. Disebut sate lilit karena daging ikan tuna cacah tersebut dililitkan pada potongan pipih daun kelapa.

Kuliner sate lilit ini biasanya disajikan pada upacara adat di Bali. Namun, di retoran atau rumah makan-rumah makan di Bali, bahkan di Jakarta dan beberapa daerah lainnya kita bisa menemukan kuliner sate lilit ini.

Baca juga: Ananta Wahana: Perpres 63 Langkah Baik untuk Melestarikan Bahasa Indonesia

Karena, semakin pesatnya teknologi yang memudahkan masyarakat mendapatkan berbagai informasi tentang dunia kiliner, sate lilit menyebar luas melalui media sosial membuat masyarakat yang tadinya tidak tahu menjadi ingin mencicipinya. Sehingga, hal ini dimanfaatkan oleh para pelaku usaha kuliner menjajakan sate lilit ini untuk mendulang perekonomain, di samping mengenalkan kuliner lezat ini menjadi lebih populer.

Baca juga: Kunai, Senjata Ninja Menyerupai Pisau Kecil dalam Film Naruto

Nah, di balik kelezatan sate lilit yang khas dengan bumbu rempah Bali ini, ternyata memiliki pesan moral dan sarat dengan makna-makna dalam kehidupan. Menurut masyarakat Bali, sate lilit ini berasal dari kata “lilit”, seperti halnya sifat dan bentuk sate tersebut, dibuat melilit hingga menimbulkan bentuk yang utuh dan mengikat.

Sate lilit ini juga melambangkan sebuah kekuatan, atau ikatan yang mempersatukan. Dan, sate lilit ini dibuat sebagai harapan bahwa masyarakat Bali tidak dapat dipecah belah oleh apapun.

Widi. H

Komentar

News Update