oleh

Tempat ‘Spa’ Menjamur, Seni Budaya Tradisi ‘Kembang-kempis’: Ini Kata Disporbudpar

LENSAPENA – Geliat seni dan budaya tradisional di wilayah Kabupaten Tangerang, “kembang-kempis”. Namun di sisi lain, tempat hiburan seperti “Spa” menjamur di mana-mana. Bahkan, tidak sedikit tempat Spa ini, diduga menjadi tempat praktik prostitusi terselubung.

Dalam hal ini, Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporbudpar) Kabupaten Tangerang sebagai “leading secktor” yang bertanggung jawab terkait hal ini, terlihat adem ayem. Disporbudpar adalah salah satu tim teknis yang ikut merekomendasikan terbitnya izin tempat hiburan, termasuk Spa. Disisi lain, Disporbudpar juga bertanggung jawab atas program pelestarian kebudayaan, serta kearifan lokal yang ada di wilayah tersebut melalui Bidang Kebudayaan.

Baca juga: Ketua Dewan: Tes Uji Kompetensi Dasar Bakal Calon Kades, Jangan Main-main!

Saat dihubungi, Rabu 9 Oktober 2019, Kepala Disporbudpar Kabupaten Tangerang, Surya Wijaya, mengakui jika Disporbudpar menjadi salah satu tim teknis yang memberikan rekomendasi terbitnya surat izin tempat hiburan. Namun demikian, izin diterbitkan oleh Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Tangerang.

“Yang mengeluarkan izin DPMPTSP, rekomendasinya tim teknis. Salah satu anggota tim teknis ini adalah Bidang Pariwisata di Disporbudpar,” ujar Surya Wijaya.

Baca juga: Kembangkan Sektor Wisata, Kabupaten Tangerang Perlu Belajar dari Daerah Lain

Namun demikian, Surya Wijaya belum merincikan secara detail, seperti apa tugas Disporbudpar, baik secara teknis maupun kebijakan hingga munculnya surat rekomendasi untuk terbitnya izin tempat Spa, yang akhir-akhir ini juga menjadi keresahan di masyarakat. Karena ditemukan adanya dugaan praktik prostitusi di tempat itu.

Terkait program pelestarian seni dan budaya tradisional sendiri, Disporbudpar mengklaim, secara umum terus menggali tarian daerah, yaitu Tari Cukin. Tarian ini, menurut Kepala Dinas, kerap ditampilkan di setiap kesempatan Nasional, baik yang dilaksanakan di Kabupaten Tangerang, Jakarta maupun di daerah lain.

“Ada lagi budaya lainnya, diantaranya adalah budaya religi. Namun sampai sekarang pengelolaannya belum maksimal,” katanya.

Baca juga: Yuk, Berwisata Kuliner ke Pesisir Utara Tangerang

Untuk diketahui Kabupaten Tangerang juga memiliki kesenian Angklung Gubrak, Topang Tolai, Tari Cukin dan lain sebagainya. Untuk Angklung Gubrak sendiri, hingga saat ini tinggal ada satu grup yang masih eksis. Itu pun, muncul hanya setahun sekali pada saat HUT Kabupaten Tangerang. Grup kesenian Angklung Gubrak ini terdapat di Sanggar Angklung Gubrak Putra Kemuning, Kampung Tonjong, RT 04/02, Desa Kemuning, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang

Begitu pun dengan Tari Cukin. Sebagai tari kreasi baru yang berakar pada seni tari tradisional, dan menjadi salah satu ikon Kabupaten Tangerang ini, populasinya sangat lambat. Hanya ada beberapa grup saja di Kabupaten Tangerang.

Widi. H

Komentar

News Feed