oleh

Kamasaroja Tuntut Bupati Sorolangun “Cek Endra” Ditangkap

LENSAPENA – Spanduk bertuliskan tangkap Cek Endra digelar dalam aksi demonstrasi puluhan Mahasiswa Sorolangun, Jambi, di depan Gedung KPK dan Kejaksaan Agung RI di Jakarta, Senin 25 November 2019.

Dengan mengatasnamakan Keluarga Mahasiswa Sorolangun Jambi Jakarta (Komasaroja), Cek Endra selaku Bupati Sorolangun, Jambi itu dinilai telah menyalahgunakan wewenang dan jabatanya dalam penerbitan Izin Usaha Pertambangan (IUP).

Menurut Koordinator Aksi Komasaroja, Romadhon, berdasarkan Investigasi dan on the spot yang dilakukan keluarga mahasiswa tersebut dihimpun dari laporan masyarakat dan didukung dengan data-data dari berbagai sumber di Provinsi Jambi, khususnya Kabupaten Sarolangun, dari data 69 perusahaan tambang yang beroperasi hanya 24 perusahaan yang memiliki Analisis Mengenai Dampak dan Lingkung (Amdal), terlebih IUP yang diterbitkan Cek Endra dinilai tidak layak dan bertentangan dengan Undang-Undang No 4 Tahun 2009, Pasal 1 UU No 4 Tahun 2009 serta Peraturan Pemerintah (PP) No 22 tahun 2010 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan, juga PP Nomor 23 Tahun 2003, tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batu Bara.

Romadhon juga mengungkapkan bahwa Kamasaroja menemukan fakta-fakta Cek Endra diduga telah melakukan perbuatan melawan hukum, yakni, terkait pembuatan IUP siluman yang dibuatnya sampai beberapa kali dalam satu hari berdasarkan rincian dibawah ini.

“11 Agustus 2008 sampai dengan 11 Agustus 2011, ada lima perusahaan yang dibuatkan izin diantaranya: PT. Dancoimar Sakti, PT. Anugerah Cipta Permai, PT. Angso Duo Permai, PT. Panca Cipta Permai, PT. Cipta Anugerah Permai,” ujar Romadhon seperti disampaikan lewat releas tertulis kepada lensapena.id.

Selain itu, kata dia, 15 Desember 2008 sampai dengan 15 Desember 2011, ada 5 perusahaan yang dibuatkan izin yaitu: PT. Angso Duo Permai, PT. Tambang Inti Prima, PT. Danau Kencana Lestarindo, PT. Sarolangun Karang, dan PT. Triadat Quantum. Dan, pada 11 Juni 2009 hingga 11 Juni 2012, ada 2 Perusahaan yang dibuatkan izin yaitu: PT. Sumber Kita Sejahtera dan PT. Bumi Cipta.

Dari rincian di atas, menurut Romadhon, merupakan sedikit gambaran pembuatan beberapa IUP siluman. Selain itu, dari 69 Perusahaan yang faktanya banyak ditemukan dalam satu hari sampai beberapa kali dibuat, antara lain sebagai berikut:

8 Juni 2009 sampai dengam Juni 2012, 2 perusahaan: 15 Desember 2008 sampai dengan 15 Desember 2011, 5 perusahaan: 11 Agustus 2008 sampai dengan 11 Agustus 2011, 5 perusahaan: 9 Januari 2009 sampai dengan 9 Januari 2012, 7 perusahaan: 8 Januari 2009 sampai dengan 8 Januari 2012, 6 Perusahaan: 29 Mei 2007 hinggq 29 Mei 2012, 7 perusahaan: 26 Februari 2008 hingga 26 Februari 2011, 2 perusahaan: 2 November hingga 2 November 2012, 2 perusahaan: 28 Februari 2011 hingga 28 Februari 2012, 2 perusahaan: 28 Agustus 2009 hingga 28 Agustus 2011, 2 perusahaan: 29 Juli 2010 hingga 29 Juli 2011, 2 perusahaan: 3 September 2008 hingga 3 September 2011, 2 perusahaan: dan, 21 April 2012 hingga 21 April 2013, 2 perusahaan.

“Data yang terhimpun tersebut dapat mengancam keberlangsungan hidup Suku Anak Dalam (SAD) yang mendiami hutan lindung di pedalaman Provinsi Jambi yang semakin hari tersudutkan dan terdesak oleh perkebunan kelapa sawit dan pertambangan,” tandasnya.

Komasaroja menilai perbuatan Cek Endra bertentangan dengan Pasal 2 UU RI Nomor 4 Tahun 2009.

Banner IDwebhost

Komentar

NEWS UPDATE