oleh

Pameran Sketsa: Tidak Sekadar Garis, Tapi Harus Bangkit dan Bergerak

Banner IDwebhost

LENSAPENA – Komunitas Sketsa Tangerang menggelar pameran di Talenta Art Space, Jalan Boulevard No. 39, Gading Serpong, Kabupaten Tangerang. Menurut pemilik Talenta Art Space, Tomy Faisal, pameran ini bertajuk “Bangkit dan Bergerak” ini berlangsung sejak 3 sampai 9 November 2019. Pameran ini diselenggarakan untuk masyarakat yang mencintai keindahan dan orang-orang yang selalu merindukan perubahan.

“Sejak dua tahun, Talenta Art Space ini ada pameran, dan ini adalah sudah yang kesekian kalinya diselenggarakan. Termasuk tidak hanya event seni rupa tetapi ada juga musik, dan workshop seni lainnya,” ujar Tomay Faisal ALim.

Pameran ini kata Tomy diikuti oleh Komunitas Tangerang Sketcher, Bogor Sketcher, dan Semarang Sketcher.

“Komunitas perupa selalu menyemangati diri, kita saling kumpul, dan cari rejeki bareng-bareng melalui apresiasi lewat kesenian yang kita ciptakan, dan ekspresi yang kita miliki,” katanya.

Ketua Komite Seni Rupa Dewan Kesenian Tangerang (DKT) Amir Syarifudin, menuturkan, pameran sketcher ini memiliki emosi yang luar biasa. Seniman ini mampu menggoreskan karyanya dengan apik, maka tak berlebihan jika seniman tersebut adalah orang-orang yang mewakili peradaban. ‘Diperhatikan’ atau tidak, kata Amir, seniman tetap berkarya dan terus berkarya.

“Orang-orang sketcher adalah orang-orang yang paling pintar menangkap momen. Ia menangkap dari sisi ruang artistik suatu kota atau tempat yang tidak ditangkap oleh seniman lain,” ucap Amir Syarefudin.

“Tangerang ini kering dengan karya seni, kering dengan pameran seni, padahal potensinya luar biasa. Dunia ini sudah berlari kalau kita tidak bangkit dan bergerak, apa jadinya?” Lanjut Amir.

Sementara itu, Fadlan, salah satu peserta pameran mengaku dirinya harus bangkit dan bergerak memperkenalkan sketsa-sketsa Tangerang.

Indra, selaku ketua panitia menjelaskan, pameran sketsa ini melibatkan 25 pelukis sketsa. Berkumpulnya para skechers ini, kata Indra, bukan sebuah kebetulan tapi sebuah kenyataan. Sketsa menurutnya tidak hanya persoalan menarik garis saja melainkan menarik orang-orang juga untuk berkumpul bersama.

“Seniman harus saling merespon untuk menunjukkan tanggung jawabnya terhadap karya-karyanya,” pungkasnya.

Komentar

News Update