oleh

Tari Genjring Party Ramaikan 9 Tahun Republik Ngapak di Citra Raya

LENSAPENA – Melalui cipta rasa dan karsa, Republik Ngapak yang merupakan komunitas orang-orang Jawa berdialog Ngapak berkumpul di Panggung Mardi Gras Citra Raya, Tangerang, Minggu 17 November 2019. Kali ini, tidak sekadar kopi darat, namun mengenang history berdirinya paguyuban tersebut.

“Sudah sembilan tahun Poswil Pusat Republik Ngapak berdiri,” ujar Ketua Poswil Pusat Republik Ngapak, yang juga sebagai penggagas berdirinya Republik Ngapak, Ken Setiawan, saat memberikan sambutan.

Sebagai paguyuban yang lahir dari akar budaya Jawa, terutama Jawa Tengah bagian Ngapak: Kebumen, Purwokerto, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, Tegal, Brebes, Pemalang dan sekitarnya, kata Ken Setiawan, Republik Ngapak harus tetap menjaga marwah budaya adiluhung daerahnya. Dengan semboyan “Republik Ngapak Bersatu Kita Kompak, Bicara Kita Ngapak, Orang Ngapak Ora Kepenank”, Ken Berharap seluruh anggotanya tetap menjaga kekompakan, serta tolerensi dalam bingkai Kebhinekaan.

Dalam kegiatan yang dihadiri oleh ratusan warga Ngapak dari Jabotabek dan Banten ini, juga menghadirkan tari Genjring Party. Genjring Party adalah tarian kreasi yang berakar pada adat serta budaya Sunda dan Bali. Genjring pada awalnya jenis kesenian yang tumbuh di daerah Subang, Jawa Barat. Tarian ini hanya bermusikan beduk dan genjring. Awal mula Tarian Genjring dipentaskan di Dusun Bunut, Desa Pangsor, Kecamatan Pangadean. Pada awal berdirinya kelompok Tari Genjring dipimpin oleh Sajam pada tahun 1960-1968.

Pada tahun 1968-1975, kepemimpinan kelompok seni ini berpindah kepada Talam. Di masa jabatan ini, Seni Tari Genjring sudah mulai tampil di hajatan-hajatan masyarakat. Namun, seiring kreatfitas pencinta seni Indonesia, tarian ini dirilis kembali dengan gaya modern. Dalam perkembangan selanjutnya, instrument musik terompet menjadi bagian dari pertunjukan Tari Genjring Party.

Ketua Panitia 9 Tahun Republik Ngapak, Chiko Bakekok menambahkan bahwa penampilan tari Genjring Party ini adalah bagian dari pelestarian budaya, dan bentuk kepedulian Republik Ngapak terhadap geliat seni dan budaya yang ada di wilayah Tangerang dan sekitarnya.

Tarian ini, kata Chiko, dimainkan oleh anak-anak di wilayah Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang di bawah binaan Republik Ngapak. Untuk memeriahkan acara 9 Tahun Republik Ngapak ini, hadir juga artis-artis pantura yang diantaranya adalah Susi Ngapak.

Banner IDwebhost

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Update