oleh

Festival Budaya 2019, Ketua DKT: Walkot Tak Paham Proses Tingkatan Apresiasi Seni dan Budaya

LENSAPENA | Festival Budaya 2019 Kota Tangerang bakal digelar mulai 5 hingga 8 Desember 2019. Dalam kegiatan ini, tercatat ada 8 artis dan pelawak yang bakal ditampilkan.

Ketua Dewan Kesenian Tangerang (DKT), Madin Sumadiningrat mengaku bahwa dirinya menggaris bawahi komentar Wali Kota Tangerang di salah satu media nasional yang mengatakan, “Melalui Festival Budaya, kami mengharapkan masyarakat Kota Tangerang dapat mengetahui kesenian dan kebudayaan yang ada di Kota Tangerang”.

Melihat pernyataan orang nomor satu di Kota Tangerang Tersebut, Madin menilai jika capaian Festival Budaya 2019 Kota Tangerang tersebut masih pada tataran terendah dari tingkatan apresiasi, yaitu mengajak masyarakat mengetahui (seni budaya-red).

“Apa penyelenggaraan Festival Budaya pertama dan kedua dianggap gagal meningkatkan apresiasi masyarakat? Saya jadi curiga bahwa setiap usai penyelenggaraan Festival Budaya tidak pernah dilakukan kajian evaluatif untuk mengkaji capaian target penyelenggaraan. Sehingga penyelenggaraan Festival Budaya berikutnya bisa mengacu pada hasil evaluasi itu. Jadi, ada kesinambungan yang terukur dari setiap penyelenggaraan Festival Budaya ke festival berikutnya. Jangan sampai terkesan, Festival Budaya dilaksanakan sekadar “menggugurkan kewajiban” melaksanakan program tanpa jelas kajian input, proses, output, dan outcome-nya,” beber Madin Sumadiningrat kepada lensapena.id, Rabu 4 Desember 2019.

Di sinilah, kata Madin, letak gagal paham-nya seorang Wali Kota akan tingkatan apresiasi seni budaya yang semestinya. Dalam logika seperti itu, menurut Madin, Wali Kota masih beranggapan bahwa masyarakat Kota Tangerang masih ‘buta seni budaya,’ karenanya perlu diberitahu.

“Ke-gagal paham-an seorang pengambil kebijakan nomor satu di Kota Tangerang berimplikasi pada penyusunan program dan kerangka acuan kegiatan yang dilakukan di tingkat SKPD terkaitnya. Itulah sebabnya, program Festival Budaya 2019 yang ke-3 ini masih berkutat, dan sebangun dengan Festival Budaya ke-1 dan 2. Tidak ada progres kualitas. Kecuali semata hiburan (banal) yang menampillan sosok artis pelawak slapstik,” katanya.

Madin juga mencatat ada 8 artis pelawak yang dibayar untuk tampil di rangkaian acara Festival Budaya Ke-3 nanti. Melihat hal ini, serta pernyataan Wali Kota yang mengatakan dirinya yang mewakili Pemkot Tangerang mengharapkan masyarakatnya dapat mengetahui kesenian dan kebudayaan yang ada di Kota Tangerang, Madin menilai bahwa Wali Kota tidak mengetahui bagaimana proses tingkatan apresiasi seni budaya pada umumnya.

“Jika saja Walikota tak sekadar sok tahu tetapi mau bijaksana, punya political will, untuk meningkatkan kualitas penyelanggaraan Festival Budaya, dengan mengajak diskusi dan atau mendatang tenaga ahli yang memberi penguatan konten FB, maka saya yakin hasil waancaranya tak akan seperti itu, karena mengetahui bagaimana proses tingkatan apresiasi seni budaya pada umumnya masyarakat,” pungkasnya.

Banner IDwebhost

Komentar

NEWS UPDATE