oleh

HUT Kabupaten Tangerang 27 Desember Ini adalah Kali Terakhir Diperingati?

LENSAPENA | Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Tangerang Ke-76 yang jatuh pada 27 Desember 2019 mendatang disebut-sebut menjadi perayaan terakhir Kabupaten Tangerang memperingatinya. Sebab, tahun berikutnya peringatan HUT Kabupaten Tangerang akan digelar setiap tanggal 13 Oktober.

Sekretaris Balai Adat Ka-Ariaan Tangerang, Anwar Ardadili, mengungkapkan bahwa jika secara historis wilayah yang bernama Tangerang, tidak dimulai sejak ditetapkannya sebagai sebuah Kabupaten pada 27 Desember 1943, yang berdasarkan Osama Serei Nomor 34 Tahun 1943, yaitu pada masa peralihan pendudukan Belanda ke tangan Jepang. Secara sosiologis, pengakuan masyarakat terhadap wilayah yang bernama Tangerang sudah ada jauh sebelum tahun 1943.

Dia juga mengatakan, Berdasarkan kronologis sejarah Tangerang, nama wilayah yang hingga saat ini disebut sebagai Tangerang tersebut, sudah dikenal pada tahun 1513. Hal ini,kata Anwar, berdasarkan informasi dari Tome Pires. Akan tetapi nama tersebut tidak merujuk pada wilayah pemerintahan, melainkan sebagai nama salah satu pelabuhan Kerajaan Sunda, yaitu Tamgara, sumber ini juga tidak menyebut tanggal keberadaan Tamgara.

“Dilihat dari Aspek simbolis, surat keputusan Sultan Banten tentang pengangkatan para Tiga Raksa sebagai pemimpin yang mengelola kawasan daerah Tangerang, serta Raden Aria Wangsakarakemudian menjadi Aria Tangerang yang setara dengan Bupati Tangerang, dan dilakukan oleh kaum pribumi yaitu Sultan Banten, hal ini sangat membanggakan bagi kita. Sementara itu pada momen sejarah yang lain tentang pengangkatan para pemimpin di Tangerang lainnya; surat pengangkatan Kiyai Aria Soetadilaga sebagai Bupati Tangerang I tertanggal 2 Juli 1682 adalah keputusan Gubernur Jendral VOC yang tertuang dalam dagh-register. Peristiwa ini tidak memberikan kebanggaan kepada kita dan bukan merupakan suatu tanggal yang patut dikenang karena merupakan produk penjajah VOC Belanda. Selain itu, pada momen sejarah lain, yakni pada tanggal 27 Desember 1943 adalah produk pemerintah penjajah pendudukan Jepang, jelas tanggal ini juga tidak memberikan kebanggaan kepada kita dan juga tidak ingin kita kenang. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa tanggal 13 Oktober 1632 paling memenuhi kriteria dilihat dari aspek historis, aspek legal dan aspek simbolis untuk dijadikan Hari Jadi Kabupaten Tangerang yang baru,” paparnya.

Dengan beralihnya HUT Kabupaten Tangerang dari 27 Desember menjadi 13 Oktober, Anwar menyebut bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang, melalu Ahmed Zaki Iskandar selaku bupati, telah mengakui sejarah terbentuknya Tigaraksa.

“Kalau kita mengacu pada tanggal 27 Desember saja, itu kan seakan-akan Tangerang itu muncul ada pada tahun 1943. Tidak ada pengakuan sejarah awal dari Kesultanan Banten hingga pada jaman penjajah, sampai munculnya nama Tangerang itu sendiri,” katanya.

Sebagai bentuk apresiasi dari Balai Adat Ke-Ariaan Tangerang terhadap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang, pada tahun lali, Ahmed Zaki Iskandar selaku bupati diberikan anugerah gelar sebagai Aria Tangerang Ing Tigaraksa, yaitu Raden Wira Aria Kertarahardja.

Banner IDwebhost

Komentar

News Update