oleh

Waduh! Ada Oknum Polwan Dituntut Mantan Suami Sirih ke Empat?

LENSAPENA | Seorang pria bernama Indra Napitupulu mengaku dikuras hingga ratusan juta rupiah saat menjadi suami sirih keempat salah seorang oknum anggota Polwan berinisial RU, yang bertugas di Polres Metro Tangerang Kota.

“Saya suami sirih yang keempat, saat menikah (dengan RU-red) sekitar bulan Februari 2017 silam dengan mahar berupa emas 50 gram. Tapi di balik pernikahan itu ternyata isteri, anak dan saudaranya cuma ingin menguras harta saya saja,” ungkap Indra kepada lensapena.id, Sabtu 18 Januari 2020.

Indra bercerita, pernikahan sirihnya dengan anggota Polwan tersebut berakhir kandas satu tahun silam bersama harta bendanya.

“Setelah menikah saya merenovasi rumah tinggal di kawasan Karawaci dan Curug, Tangerang yang pada akhirnya akan dikuasai mantan isteri. Ditambah mas kawin 50 gram yang dihilangkanya. Belum lagi soal perhiasan orang tua saya yang digadaikanya berikut uang saya yang saya titip sebesar 130 juta, tapi sudah setahun ini dia janji-janji saja mau kembalikan,” bebernya.

Indra juga mengaku bahwa dirinya juga kerap mendapat perlakuan tidak baik dalam pernikahan tersebut: sering dituduh mengambil barang yang hilang.

Perlakuan buruk yang dialaminya itu diperkuat oleh pengakuan Bustomi, yakni, salah satu adik mantan isterinya tersebut.

“Betapa kejamnya dia (RU-red) menuduh saya saat itu ambil Handphone salah satu keponakanya, dan adilnya Allah, seminggu kemudian hati saya digerakan untuk membaca pesan masuk di handphone adiknya. ‘Bawa dulu bang indra keluar biar kita eksekusi’. Dari situ saya tinggal pergi, karena kata-kata eksekusi itu kan mau dibunuh,” imbuhnya.

Atas alasan dirugikan dan merasa terancam, kedepanya, lndra berencana akan menuntut sang mantan isteri sirihnya tersebut meski menempuh jalur hukum.

Mufidah salah seorang mantan Ketua RW 011, Kelurahan Gerendeng, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang membenarkan tentang pernikahan sirih tersebut. Ia juga menuturkan jik pernikahan Indra Napitupulunya dengan oknum Anggota Polwan kala itu diperkuat oleh sejumlah saksi.

“Karena waktu itu saya diundang menyaksikan sebagai Ketua RW 011 dan banyak juga yang menyaksikan dari tokoh masyarakat salah satunya, Sunarso Parjo dan Maman. Ada juga kepala KUA, pengurus FKTS Kelurahan Gerendeng, Bapak Sukanta dan juga pengurus DKM Masjid Al Falahiyah di RW saya,” kata Mufidah saat dikonfirmasi lewat WhatsApp.

Sementara itu, H. Muhamad Ridwan,S.Ag selaku Kepala KUA Kecamatan Karawaci membenarkan pernikahan sirih Indra Napitupulu dengan RU yang juga Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Intansi Kepolisian, dan berdasarkan undang-undang perkawinan yang belum diamandemen.

“Iya benar, (Indra dan RU-red) menikah sirih dan sebelumnya mereka sudah saya kasih tau dampak resikonya, iya, karena saya lihat mudharatnya dan permintaan dari keluarga supaya mereka tidak jinah,” ujar Ridwan.

Ridwan menyebut, pernikahan mereka sering diwarnai keributan bahkan sampai ke publik dan pihak yang berwajib.

“Dulu kan informasinya setau saya sudah selesai, sudah berdamai, tapi kenapa mau diungkit kembali. Ini kan sudah berkali-kali saya dengar, berarti kan pemain ini mah,” ungkap Ridwan tidak rinci.

“Jika tidak puas dengan kenyataan harusnya indra bicara langsung berdua (dengan RU-red). Saya tidak suka kalau ini diungkit lagi sama Indra, dan kalau mau diungkit lagi silahkan Indra bicara berdua dengan dia. Ini kan namanya pengecut, mereka yang bikin masalah kenapa saya dibawa-bawa,” sinisnya. 

Ditanya soal biaya pernikahan sirih, Ridwan mengaku menerima sebesar Rp. 1 juta dari Indra melalui salah satu sodara RU guna untuk kepengurusan buku nikah.

“Saya tidak menarifkan, dan itu juga saya dipaksa terima uang tersebut Rp. 1 Juta,” pungkasnya.

Banner IDwebhost

Komentar

News Update