oleh

Kapolsek Neglasari: Sampai Saat Ini Saya Belum Pernah Terbitkan Surat DPO

LENSAPENA – Kapolsek Neglasari Kota Tangerang, Kompol Manurung menyebut terkait berita yang beredar itu, pihaknya sampai saat ini belum pernah menerbitkan surat DPO.

“Sampai saat ini saya belum pernah terbitkan surat DPO, karna tersangka yang dimaksud masih dalam proses penyelidikan dan untuk ke tingkat DPO itu sendiri ada tahapanya,” imbuh Kompol Manurung saat diwawancarai lensapena.id di ruanganya, Sabtu 15 Februari 2020.

Manurung menjelaskan, awal mula kejadian tersebut pada pertengahan November 2019 lalu ada seseorang bernama Hans datang ke Polsek Neglasari Kota Tangerang untuk melaporkan penggelapan atas mobil Honda B 1702 COH miliknya yang digadaikan oleh Suki alias Keong.

Namun, hasil evaluasi anggota saat itu laporan Hans belum cukup bukti karna surat-surat mobilnya belum lengkap sehingga Hans diminta untuk melengkapinya.

Selang berapa lama, datang seseorang bernama Suki alias Keong dan melapor sebagai korban pengeroyokan sejumlah orang.

Usut punya usut, pelaku pengeroyokan tersebut diketahui berjumlah ada empat orang yang diantaranya adalah Hans, Santa, Ani dan satu teman lainya.

“Awalnya itu Hans dulu melapor lalu Suki alias Keong, dua duanya kita sidik, kemudian untuk yang laporan pengeroyokan behasil kita tangkap dua pelaku, yaitu, H dan S. Sedangkan yang penggelapan pelakunya adalah Suki alias Keong baru tadi malam kita tetapkan dia sebagai tersangka, dan masih proses penyelidikan,” sambungnya.

Kepada polisi, pelaku H dan S mengaku kesal lantaran mobilnya yang direntalkan kepada S alias K malah digadainya sebesar Rp15 juta hingga berada di Lubuk Linggau, Lampung.

Setelah melampiaskan amarahya kepada S alias K, pelaku H dan temanya kemudian beranjak mengambil mobil hingga ke daerah tersebut dengan biaya tebusan sebesar Rp25 juta.

Lebih jauh Kapolsek mengatakan sangat menyesalkan atas tindakan paman dari tersangka S alias K yaitu, Darma saat bersama Jefri mendatangi para keluarga diduga pelaku pengeroyokan sehingga terbit berita oknum Polisi pangkat Kompol bawa kabur DPO.

“Dari keterangan yang kami dapat, Darma dan Jefri mengaku sebagai buser polsek neglasari saat mendatangi tempat kerja tersangka AN, namun, mereka saat ditanya surat penangkapan dan kartu anggota oleh pimpinan kerja AN tidak bisa buktikan, lalu ngga lama kemudian datang menjemput bapaknya AN. Dari situ lah terjadi keributan hingga berita viral menyebut bapak AN adalah oknum polisi yang bawa kabur AN dengan sebutan DPO,” paparnya.

“Ini yang saya sesalkan kenapa Darma dan Jefri tidak mau datang ke saya saja cukup tekan saya. Kecuali mereka pernah datang ke saya tapi tidak saya tanggapi atau sudah kasih informasi orang nya ada terus ngga saya tangkap,” jelasnya.

Dari kejadian itu, Kompol Manurung menegaskan hingga kini belum pernah menerbitkan surat DPO, terlebih hal itu harus melewati tahapan-tahapan tertentu sesuai prosedur hukum yang berlaku.

Banner IDwebhost

Komentar

NEWS UPDATE