oleh

Mau Tau Sejarah dan Manfaat Jahe untuk Kesehatan, Baca Ini!

LENSAPENA – Virus Corona (COHID-19) yang akhir-akhir ini ramai dan menjadi salah satu wabah penyakit yang mengkhawatirkan di sebagian masyarakat dunia, telah membawa rezeki tersendiri bagi petani dan penjual jahe di Indonesia. Karen, tumbuhan rempah dan jenis obat-obatan tradisional dengan nama lain Zingiber officinale ini, disebut-sebut bisa mencegah virus asal Wuhan Tiongkok itu.

Jahe sendiri merupakan tumbuhan rimpang berbentuk jemari yang menggembung di ruas-ruas tengah. Rasa dominan pedas dalam jahe disebabkan senyawa keton bernama zingeron.

Jahe termasuk suku Zingiberaceae (temu-temuan). Nama ilmiah jahe diberikan oleh William Roxburgh dari kata Yunani zingiberi, Bahasa Sanskerta, singaberi.

Jahe diperkirakan berasal dari India. Namun, ada pula yang mempercayai jahe berasal dari Republik Rakyat Tiongkok Selatan. Dari India, jahe dibawa sebagai rempah perdagangan hingga Asia Tenggara, Tiongkok, Jepang, hingga Timur Tengah. Kemudian pada zaman kolonialisme, jahe yang bisa memberikan rasa hangat dan pedas pada makanan segera menjadi komoditas yang populer di Eropa.

Tanaman jahe bisa tumbuh subur di ketinggian 0 hingga 1500 meter di atas permukaan laut, kecuali jenis jahe gajah di ketinggian 500 hingga 950 meter.

Untuk bisa berproduksi optimal, dibutuhkan curah hujan 2500 hingga 3000 mm per tahun, kelembapan 80 persen dan tanah lembap dengan PH 5,5 hingga 7,0 dan unsur hara tinggi. Tanah yang digunakan untuk penanaman jahe tidak boleh tergenang.

Nah, bicara soal jahe, dari berbagai sumber lensapena.id merangkum beberapa manfaat dan khasiat tumbuhan obat tradisional yang juga sebagai bumbu rempah berbagai masakan tersebut.

Menurut data kesehatan yang dipublikasikan oleh National Center for Biotechnology Information, disebutkan jika jahe memberikan efek antioksidan, antiperadangan, serta memberikan perlindungan yang maksimal terhadap tubuh.

Bahkan, kandungan pada jahe juga disinyalir memberikan reaksi antikanker karena dapat menghambat antigen awal yang memicu kanker.

Mengingat efeknya yang sangat positif, banyak ahli medis yang menyarankan untuk mengonsumsi jahe secara rutin. Sebagai permulaan, bisa mengolah jahe dengan cara merebus kemudian meminum airnya.

Segelas air campuran jahe sering dijadikan pilihan untuk menghangatkan badan. Pasalnya, ramuan yang satu ini memang telah lama dikenal dapat memberi sensasi rasa hangat saat masuk ke dalam tubuh.

Manfaat mengonsumsi air jahe juga baik untuk meredakan batuk, nyeri sendi, hingga mual dan muntah. Sejatinya jahe mengandung senyawa kimia yang dipercaya mampu memberi efek menenangkan dan positif bagi lambung dan usus. Berikut ini manfaat lain dari mengonsumsi air jahe:

Meredakan Pusing

Pusing adalah satu gejala yang cukup mengganggu dan dapat mengacaukan aktivitas. Biasanya pusing merupakan tanda adanya penyakit atau kelelahan pada tubuh. Mengonsumsi air jahe ternyata dapat membantu meredakan kondisi ini.

Jahe bekerja dengan cara merangsang aliran darah ke otak, sehingga peredaran darah menjadi lancar dan perlahan membuat keadaan tubuh berangsur membaik. Gejala pusing haruslah ditangani dengan segera. Pusing bisa membuat seseorang kehilangan keseimbangan dan terjatuh. Selain itu, pusing pun bisa menjadi gejala penyakit serius.

Namun jika ingin tahu lebih lanjut apakah pusing yang dialami adalah gejala penyakit tertentu atau tidak, tanyakan langsung saja kepada dokter yang ahli di bidangnya.

Meredakan Mual

Aroma yang kuat dari jahe juga disebut mampu membantu meredakan rasa mual dan mencegah muntah. Apalagi jika akan atau baru selesai menjalani operasi, jahe bisa membantu proses penyembuhan.

Jahe dapat membantu mengurangi rasa mual setelah operasi. Tak sekadar dengan meminumnya, tapi juga bisa mencoba mengoleskan jahe di bagian-bagian yang mudah tercium, sehingga aroma jahe akan membantu meredakan mual.

Air jahe juga disarankan untuk dikonsumsi sebelum melakukan perjalanan jauh. Jahe dapat membantu meredam mabuk kendaraan, sehingga perjalanan menjadi lebih menyenangkan.

Nyeri Menstruasi

Rutin mengonsumsi air jahe bisa membatu mengurangi nyeri yang terjadi saat menstruasi. Sejumlah penelitian membuktikan bahwa jahe yang dikonsumsi dapat meredakan nyeri menstruasi.

Untuk mendapatkan manfaat jahe untuk meredakan nyeri, cobalah untuk mengonsumsi air jahe setidaknya empat gelas. Minum cairan tersebut selama dua hari masa awal menstruasi. Efek jahe pada perut disebut mampu memberi efek relaksasi.

Meredakan Stres

Aroma kuat jahe ternyata tak hanya memberikan efek menenangkan bagi lambung dan usus. Menghirup aroma jahe juga dapat menurunkan tingkat stres seseorang. Selain itu, rasa tegang dan tertekan pun akan reda saat kamu menyeruput segelas air jahe hangat.

Memperkuat Imun

Jahe banyak mengandung vitamin C dan magnesium. Kandungan ini membuatnya cocok digunakan untuk memperkuat imunitas tubuh. Selain kedua zat tersebut, jahe juga memiliki kandungan gingerols, shogaols, dan zingerones yang dapat berfungsi sebagai antioksidan bagi tubuh.

Mencegah Kanker

Menurut data kesehatan yang dipublikasikan oleh US National Library of Medicine Institutes of Health menyebutkan kalau jahe dapat membantu mencegah kanker. Hal ini karena jahe memiliki kandungan gingerol yang dapat mengecilkan pertumbuhan tumor pada penyakit kanker usus.

Jahe juga memiliki fungsi anti-inflamasi yang dapat melawan pertumbuhan sel kanker pada rahim. Artinya, rutin mengonsumsi air jahe juga dapat membantu mencegah perkembangan kanker rahim.

Kendati demikian, pastikan memperhatikan dosis dan takaran jahe yang dikonsumsi. Sebab, semua hal yang berlebihan tak pernah baik, termasuk mengonsumsi jahe. Beberapa efek samping yang bisa terjadi karena terlalu banyak mengonsumsi jahe termasuk iritasi mulut, diare, tekanan darah rendah, hingga gangguan pendarahan.

Banner IDwebhost

Komentar

NEWS UPDATE