oleh

Soal Kandang Ayam di Panongan, Ini Komentar Ketua KTNA Kabupaten Tangerang

LENSAPENA – Soal beroperasinya kandang ayam di wilayah Desa Ciakar, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang, yang menyebarkan bau busuk dan lalat, mestinya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang melalui OPD terkait cepat tanggap. Karena, ini akan menyangkut persoalan kesehatan masyarakat di lingkungan kandang ayam tersebut.

Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Tangerang, Didi Rosadi, mungkapkan, pemerintah daerah hendaknya tidak perlu merunut persoalan siapa yang terlebih dulu berdiri, apakah kandang ayam atau pemukiman. Karena, keduanya memiliki kepentingan serta hak yang sama untuk hidup di masyarakat.

“Masyarakat ingin hidup nyaman tanpa polisi, ingin hidup sehat dan tidak mau berbaur dengan kotoran unggas, apalagi ini skalanya cukup besar. Jangan dianggap remeh, karena ini menyangkut kesehatan. Nah, masyarakat punya hak untuk hidup nyaman, begitu pun pengusaha, mereka punya kepentigan secara ekonomi. Dalam hal ini pemerintah daerah harus hadir. Jangan diam-diam saja, atau pura-pura tidak tahu,” ungkap Didi Rosadi, Kamis 12 Maret 2020.

Didi juga mengatakan, dalam hal ini pemerintah juga harus tegas. Jangan sampai kecolongan. Terutama soal perizinannya, apakah ada atau tidak.

“Itu kandang ayam beroperasi ada izinnya atau tidak, sesuai mekanisme atau tidak. Lihat juga peruntukannya dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), sesuai atau tidak. Karena kalau kita bicara RTRW, soal kandang ayam apalagi dengan skala yang cukup besar, itu kan banyak sekali mekanisme dan persyaratan yang harus dipenuhi. Misalnya, berapa jumlah ternaknya, termasuk apakah mereka juga menggunakan teknologi tepat guna untuk mengelola limbah dan kotorannya atau tidak. Nah, ini pemerintah daerah jangan ‘meneng-meneng bae’. Harus tahu itu!” Tegasnya.

Banner IDwebhost

Komentar

NEWS UPDATE