oleh

Dua Karyawan Meninggal PDP COVID-19, Surat Direktur PT PEMI Beredar di Medsos

LENSAPENA – Terkait dua karyawan PT EDS Manufacturing Indonesia (PT PEMI) yang meninggal dalam status pasien dalam pengawasan (PDP), terhitung sejak diterimanya surat dari Bupati Tangerang pada Selasa 27 April 2020, perusahaan tersebut diliburkan hingga 14 hari mendatang.

Terkait hal ini, beredar lewat pesan berantai dan viral surat dari perusahaan tersebut yang tertera tandatangan atas nama Selamat Karyopawiro selaku Direktur PT EDS Manufacturing Indonesia. Dalam surat pengumuman bernomor NO. 008/PENG/PEMI-PGA/IV/2020 ini, tertulis tentang penghentian sementara dalam rangka pencegahan penyebaran COVID-19.

Surat itu menuliskan:
Sehubung dengan beredarnya isu bahwa karyawan PEMI yang terkena positif virus COVID-19, dengan ini manajemen mengklarifikasikan bahwa hal tersebut TIDAK BENAR.

Pada hari Senin, 27 April 2020, perusahaan telah melakukan audiensi dengan Bupati Kabupaten Tangerang beserta instansi terkait mengenai isu yang bereddar tersebut di atas.

Berdasarkan Surat dari Bupati Tangerang No. 443.2/1408-KSD tertanggal 27 Apeil 2020. Diperlukan hal-hal yang harus segera dilakukan:

  1. Menghentikan aktifitas pekerjaan selama 14 hari terhitung tanggal 27 April 2020 sampai dengan 10 Mei 2020.
  2. Melakukan penyemprotan desinfektan pada selutuh tempat, fasilitas, dan peralatan kerja.
  3. Melakukan rapid test kepada karyawan yang melakukan kontak fisik dengan Pasien Dalam Pengawasan (PDP).
    Karyawan masuk kembali pada hari Senin, 11 Mei 2020 sebagaimana biasanya.

Selama diliburkan 14 hari mendatang, karyawan/wati diharuskan bersungguh-sungguh menjalankan:

  1. Tetap berada dirumah (tidak bepergian keluar rumah apabila tidak mendesak).
  2. Gunakan masker saat terpaksa harus keluar rumah.
  3. Menjalankan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat).
  4. Mengonsumsi makanan sehat dan bergizi.
  5. Apabila selamaa masih libur terdapat karyawan/wati yang mengalami batuk, sakit tenggorokan, sesak nafas, maka segeralah untuk memeriksakan diri ke Fasilitas Kesehatan (Faskes) terdekat.
    Demikian pengumuman ini kami sampaikan, atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

Terkait meninggalnya dua karyawan PT PEMI dalam status PDP, melalui Dinas Kominfo Kabupaten Tangerang, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang dr Desiriana Dinardianti MARS, menjelaskan, karyawan PT PEMI Balaraja yang meninggal dunia akibat terpapar COVID-19, kasus pertama berinisial HO, alamat Desa Cisereh Tigaraksa. Yang bersangkutan bekerja di bagian produksi LH.

Kronologis hingga berstatus PDP, awalnya, pada tanggal 16 April, HO tidak masuk kerja karena mengeluh sakit. Tanggal 17 April 2020, masuk kerja tetapi pada jam 20:30 WIB izin pulang dengan keluhan sesak nafas. Hasil check suhu di klinik perusahaan, 36.6°.

Pada Sabtu 18 April, HO berziarah ke Kampung Ilat Balaraja. Pukul 11:00 WIB pulang ke Cisereh, dan pada pukul 12:30 WIB kembali sesak nafas dan pingsan di rumahnya.

Oleh keluarga dibawa ke klinik Ilanur, dan didiagnosa jantung. Lalu dirujuk ke RS Awal Bros Tangerang dan dilakukan scan thorqx dan rapid test, dengan hasil reaktif. Kemudian dirujuk ke RSUD Banten, Tanggal 20 April, saudara HO meninggal dunia.

“Dilakukan rapid test keluarga, istri dan anak-anaknya dinyatakan negatif. PT PEMI melakukan rapid test kepada teman-teman HO didapat hasil 2 reaktif. Atas nama berinisial P (Balaraja) dan inisial R (Tigaraksa). Sudah dilakukan swab test, hasil belum keluar.

Dilanjukan ke kasus kedua atas bernisial S, yaitu warga Villa Balaraja. Pada tanggal 23 April 2020 berobat ke klinik Obbini, keluhan mual, lemes dan sesak napas. Namun ia baru dirujuk rawat inap pada tanggal 24 April 2020 karena yang bersangkutan sesaknya terlihat berat. Ia dirujuk ke RS Awal Bros Tangerang, dilakukan rapid test, hasilnya reaktif.

Karena sesak napas, yang bersangkutan dimasukkan ke IGD. Tanggal 25 April pukul 05:00 WIB yang bersangkutan meninggal. Belum dilakukan swab test, pemakaman melalui prosedur COVID-19.

“Langkah selanjutnya tim medis akan melakukan penutupan selama 14 hari, sesuai Perbub Tangerang Nomor 20 Tahun 2020 tentang Pedoman PSBB percepatan penanganan COVID-19,” pungkasnya.

Banner IDwebhost

Komentar

NEWS UPDATE