oleh

Waduh! Di Tengah COVID-19 Ada Sekolah Memaksa Tour Perpisahan?

LENSAPENA – Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) berdampak pada perekonomiana, terutama masyarakat kaum bawah. Karena, banyak buruh dirumahkan, sopir angkutan tak dapat penumpang, tukang ojek sepi, serta pedagang banyak yang tak dapat berjualan. Bahkan, untuk mempercepat dalam memutus mata rantai penyebaran virus asal Wuhan Tiongkok tersebut, sampai-sampai belajar di sekolah sementara ditiadakan alias siswa belajar di rumah.

Nah, bicara soal belajar di rumah ini, ternyata banyak warga terutama wali murid di wilayah Kecamatan Panongan mengeluh karena ada salah satu sekolah swasta di wilayah Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang, membuat aturan yang memberatkan wali murid. Pihak sekolah memaksa siswanya membayar uang tour perpisahan untuk kelas IX dan XII. Besaran uang itu, untuk kelas IX sebesar Rp3,2 juta dan Rp4,2 juta untuk kelasa XII.

“Terus terang, kami sangat keberatan, apalagi kondisi COVID-19. Orang sekolah aja diminta belajar di rumah, ini kok malah narik uang iuran tour perpisahan ke Jogja. Makanya, heran aja, kelulusan saja tinggal beberapa hari, sementara pandemi COVID-19 enggak tahu entah sampai kapan, ini kok sekolah memaksa harus bayar,” ujar Mama Diana, salah seorang wali murid yang menyekolahkan anaknya di sekolah tersebut, Selasa 28 April 2020.

Hal senada diungkapkan Santi. Ia mengaku keberatan jika harus membayar uang Rp3,2 juta untuk tour ke Jogja. Apalagi kondisi ekonomi saat ini sedang tidak menentu.

“Mau trour bagaimana, kondisi karyawan aja di rumahkan, beberapa daerah dalam kondisi siaga COVID-19, ini malah bikin program tour. Ada-ada saja ini sekolah. Apalagi Kabupaten Tangerang ini kan masih PSBB,” tandasnya.

Ia berharap, pihak sekolah mengurungkan niatnya untuk tidak melaksanakan kegiatan tour perpisahan ke Jogja.

“Jangankana ke Jogja, bikin acara kumpul-kumpul ke sekolah saja masih dilarang. Ini kok masih saja memaksa untuk tour!” Tandasnya.

Banner IDwebhost

Komentar

NEWS UPDATE