oleh

Waduh! Di Tengah PSBB, Dua Hari Jaringan Internet First Media Mati

LENSAPENA – Di tengah pencegahan dan memutus mata rantai Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), kebutuhan masyarakat akan internet sangat krusial. Bahkan, menjadi kebutuhan pokok dalam berkomunikasi baik dalam menunjang kerja dari rumah maupun belajar online bagi anak-anak sekolah yang dirumahkan. Terlebih, pemerintah, terutama pemerintah daerah di wilayah Kabuaten Tangerang telah memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sejak 18 April 2020 lalu.

Nah, bicara soal kebutuhan internet di tengah PSBB untuk mencegah penyebaran COVID-19, tiba-tiba perusahaan internet dari PT Link Net. Tbk, yaitu First Media terjadi gangguang, dan jaringan internet mati. Sehingga masyarakat tidak bisa mengakses internet dengan baik. Kondisi seperti ini pun membuat masyarakat kebingungan, karena aktivitasnya yang telah dibatasi oleh PSBB harus ditambah dengan kesulitannya berkomunikasi melaui jaringan internet.

Keluhan datang dari Heni, pelanggan First Media di Kompleks Perumahan Mekarasri II, Panongan, Kabupaten Tangerang. Ia mengatakan bahwa internet mati sampai berlarut-larut seperti ini, terlebih di tengah PSBB, seharusnya tidak sampai terjadi. Karena, internet menjadi kebutuhan masyarakat paling dibutuhkan.

“Kalau telat bayar mah didenda, ini giliran mati sampai berhari-hari, gimana sih!” Keluh Heni, Selasa 21 April 2020.

Hal senada diungkapkan oleh Dymar (19), salah seorang mahasiswi perguruan tinggi negeri di Banten yang juga tinggal di Kompleks Perumahan Mekarasri II. Dymar mengaku sangat dirugikan, karena belajar jarak jauh melalui e-learning terganggu oleh jaringan internet First Media tempatnya berlangganan.

“Sudah dua hari sejak kemarin tidak bisa online lewat First Media, jadi belajar lewat e-learning sangat terganggu. Kalau matinya malah Minggu malam (19 April 2020), pas habis bayar langganan. Kita juga kaget, habis bayar langganan kok malah tiba-tiba mati,” ujar Dymar.

Menurut Dymar, kondisi gangguan ini juga tidak diinformasikan oleh pihak management First Media.

“Tidak ada konfirmasi apa-apa, ke HP bapak saya dan e-mail bapak yang digunakan untuk mendaftar saat berlangganan juga tidak ada pemberitahuan. Makanya, aneh aja, semau-maunya sendiri nich perusahaan,” tandasnya.

Baru lah, kata Dymar, setelah ia menghubungi salah seorang marketing, pihak marketing meng-share pers release dari PT Link Net. Tbk yang dibuat pada hari Senin 20 April 2020 kemarin. Dalam releasenya, Victor Indajang selaku Deputi CEO dan Chif Operations Officer (COO) PT Link Net. Tbk, menyampaikan permohonan maaf.

“Bersama ini kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami oleh para pelanggan setia First Media. Gangguan pada sistem provisioning yang terjadi berdampak pada sejumlah pelanggan yang tidak dapat terkoneksi dengan jaringan internet. Kami pun telah melakukan perbaikan secara intensif dengan mengkofiguarsi ulang semua sistem modem bermasalah untuk mengupayakan layanan internet segera kembali normal bagi pelanggan yang masing mengalami masalah, mulai kemarin dan bertahap sampai satu hari ke depan,” kata Victor Indajang, Deputi CEO dan Chif Operations Officer (COO), PT Link Net. Tbk.

Namun, Victor hanya mengakui bahwa gangguan ini terjadi di wilayah Jakarta, Surabaya dan Bandung, tidak menyebutkan wilayah Tangerang. Disebutkan pula, pelanggan yang terdapat gangguan ini akan melihat semua lampu berkedip secara terus-menerus. Untuk mengantisipasi kejadian tersebut, kata Victor, pelanggan diharapkan untuk tidak mematikan modem dalam waktu satu sampai dua hari ke depan.

Banner IDwebhost

Komentar

NEWS UPDATE