oleh

Pakons Hotel Jadi Tempat Nginep Tim Medis Penanganan COVID-19

LENSAPENA – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang menujuk dua hotel sebagai tempat menginap para tenaga medis. Kedua hotel tersebut yakni Pakons dan Permata. Hal ini dilakukan demi menghindari penularan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) yang berasal dari tenaga medis yang menangani pasien COVID-19.

Pakons Hotel mulai melayani penginapan tenaga medis mulai kemarin. Total terdapat 96 tenaga medis yang menginap di hotel tersebut. Semua petugas yang menangani tenaga medis pun dilengkapi dengan alat pelindung diri (APD), kecuali resepsionis, hanya menggunakan facemask dan masker.

General Manager Pakons Hotel I Ketut Edy Mulyana mengatakan, kalau pihaknya menerima kerjasama dengan Pemkot Tangerang demi membantu menanggulani pandemi COVID-19. Terlebih Pakons Hotel dinilai memenuhi standart kualitas.

“Memang kita ingin berpartisipasi dalam menangani pandemik COVID-19 ini,” ujarnya saat ditemui di lokasi hotel, Kamis 7Mei 2020.

Ket, begitulah sapaan akrabnya, menjelaskan kalau pihaknya pun tak berfikir banyak ketika ada tawaran tersebut. Mereka prihatin dengan banyaknya kejadian pengusiran terhadap tenaga medis saat tinggal di tempat yang berpenghuni masyarakat.

“Kami berharap dengan adanya isolasi ini tidak membuat masyarakat panik, banyak yang kemudian tenaga medis yang diusir. Sehinggga kami bersedia menerima tawaran itu. Yang paling esensial adalah bagaimana agar corona ini cepat selesai,” kata dia.

Pakons Hotel, kata Ket, juga tak khawatir dengan dampak yang akan terjadi ketika selesai pandemik COVID-19. Masyarakat yang mengetahui Pakons Hotel meniadi tempat penginapan tenaga medis yang menangani pasien COVID-19. Menurut Ked, semua yang dilakukan telah sesuai dengan protokol kesehatan.

“Kalau untuk rasa ketakutan menurut saya terlalu berlebihan. Karena, kalau sudah menjalankan protokol mulai dari penyemprotan dan semuanya saya pikir gak ada masalah,” ujarnya.

Ket menjelaskan, semua tenaga medis menginap di Hotel Pakons selama satu bulan. Mereka hanya diperkenankan menginap saja. Begitu juga dengan semua pegawai Pakons Hotel yang melayani, mereka tak diperkenankan pulang ke rumah dan menginap di hotel.

“Kita juga mengisolasi semua karyawan yang kerja di sini, jadi tidak boleh pulang. Untuk menjaga orang terdekat mereka juga,” kata dia.

Kemudian, terkait harga yang ditawarkan pun, Pakon Hotel juga tak terlalu memikirkan itu. Dari saru tenaga medis Pakons Hotel hanya mendapat 60 persen dari harga normal. Semua biaya pun di tanggung oleh Kementerian Pariwisata dan Industri Kreatif (Kemenparparekraf).

“Jadi harga segitu gapapa yang penting masalah COVID selesai. Karena tujuannya bukan semata mata komersial. Ini untuk sosial,” tegas Ket.

Banner IDwebhost

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar

News Update