oleh

Puisi, Widi Hatmoko: Jumat di Tengah COVID-19

Ketika social distancing dan physical distancing serta ditambah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diterapkan:
Semua rakyat dianjurkan untuk tetap di rumah, termasuk ibadah juga di rumah.
Dengan maksud supaya Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) tidak semakin menyebar luas
dan, putus mata rantai penyebarannya.

Agar kehidupan bisa kembali normal:
Tempat ibadah riuh lagi oleh umat-umat Tuhan yang merindukan sembahyang berjemaah
Tidak lagi ada orang yang meninggal tanpa ditengok pelayat, tanpa disembahyangkan oleh sanak saudara tetangga dan orang-orang baik di sekitarnya.

Allah Maha Besar
Allah Maha Tahu, dan
Allah Maha Pengampun..

Hanya kepada-NYA kita bisa memohon agar pandemi wabah global segera berlalu.
Dan, kita tetap berikhtiar untuk saling menyelamatkan satu sama lainnya dengan menerapkan protokol kesehatan.

Kita bisa menambah amal ibadah kita dengan membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan:
yang kehilangan pekerjaan
yang tidak bisa beli sembako karena tidak punya uang
yang kesusahan dan butuh bantuan
Semua ikhlas karena ALLAH SWT..

Karena, dengan kondisi saat ini
jika kita melakukan kegiatan yang berpotensi bisa menyebarkan virus yang tidak main-main itu
sudah sama dengan menyiksa saudara kita yang lemah dan tidak mampu melawan COVID-19…

Widi Hatmoko
Penulis Buku “Perempuan Nocturnal”
Bidang Humas di Dewan Kesenian Tangerang (DKT)

Banner IDwebhost

Komentar

NEWS UPDATE