oleh

Begini Tanggapan Gugus Tugas Soal Video Pemulangan Pasien COVID-19

LENSAPENA | Video tentang kepulangan karyawan PT. Adis Dimension Footwar Balaraja, di mana dalam video itu orang yang mengaku sebagai Ketua RW sekaligus Ketua Tim Gugus Tugas di wilayah tersebut mengatakan bahwa berita tentang warganya yang positif COVID-19 dan wilayah zona merah COVID-19 itu tidak benar, disanggah oleh Tim Gugus Penangan COVID-19 Kabupaten Tangerang.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi, menegaskan, semua wilayah yang terdapat kasus positif COVID-19 di Kabupaten Tangerang, semua masuk dalam zona merah. Termasuk di wilayah tempat tinggal pasien positif COVID-19, yang merupakan karyawan PT. Adis Dimensioan Footwar. Untuk itu, kata dia, masyarakat diminta untuk waspada, dan tetap menjalankan protokol kesehatan untuk mencegah meluasnya virus yang sudah menjadi pandemi global dan sudah mewabah di lebih dari 200 negara di dunia tersebut.

“Kalau bicara zona merah, Kabupaten Tangerang itu ya masuk dalam zona merah, dan wilayah-wilayah yang terdapat kasus positif COVID-19 itu semua zona merah,” ujar HendraTarmizi.

Dikatakan pula, orang yang bicara dalam video saat pemulangan pasien COVID-19 yang merupakan karyawan PT. Adis Dimensioan Footwer, menurut Hendra, tidak tahu menahu kondisi dan situasi yang sebenarnya. Karena, lanjut Hendra, yang menyatakan orang tersebut positif COVID-19 adalah medis setelah melakukan test swab, dan hasilnya positif.

Masih menurut Hendra, yang bersangkutan dipulangkan (pasien COVID-19 karyawan PT. Adis Dimension Footwar) karena untuk isolasi mandiri selama 14 hari. Hal ini berdasarkan hasil swab test kedua yang menyatakan negatif. Hasil negatif ini bisa diartikan bahwa virus COVID-19 yang ada dalam tubuhnya volumenya sudah berkurang. Atau, bisa saja yang bersangkutan masuk dalam kategori Orang Tanpa Gejala (OTG). Dan, karena imun tubuhnya kuat, pada test swab kedua volume virusnya tinggal sedikit, sehingga hasilnya negatif.

Jadi, kata Hendra, bukan berarti yang bersangkutan bebas atau tidak terinfeksi COVID-19. Itulah sebabnya pada 15 Juni yang bersangkutan diperbolehkak pulang, namun wajib menjalani isolasi mandiri.

“Swab pertama diambil tanggal 6 Juni, dan hasilnya diketahui pada 12 Juni dan positif COVID-19. Dan setelah swab kedua hasilnya sudah negatif,” tandasnya.

Banner IDwebhost

Komentar

NEWS UPDATE