oleh

Bekas Penjara Bung Karno di Pusat Pertokoan Banceuy Permai

LENSAPENA | Terletak di Jalan Banceuy Mo. 8, Kota Bandung, Jawa Barat, tepatnya di sekitar Pertokoan Banceuy Permai, sebuah bangunan 2,5 meter kali 1,5 meter masih berdiri kokoh, dan dipagar dinding dengan berbagai tulisan dan gambar Sang Proklamator, Ir. Soekarno alias Bung Karno. Terdapat pula patung perunggu Presiden RI Pertama tersebut duduk, sambil membaca buku.

“Ini, dulunya penjara Bung Karno,” ujar Ahmad, salah seorang petugas yang berjaga di tempat yang saat ini menjadi Museum Penjara Banceuy tersebut.

Menurutnysa, tempat ini dulunya merupakan penjara yang digunakan untuk menahan para pribumi yang melakukan tindakan kriminal dan tahanan politik. Tak ada catatan yang begitu lengkap mengenai sejarah pembangunan penjara ini, seperti siapa sang perancang ataupun apa gaya arsitekturnya. Hanya diketahui, penjara ini dibangun pada akhir abad ke-19 atau tepatnya pada 1871.

Namun karena kepentingan pembangunan, penjara tersebut diubah menjadi pusat pertokoan serta komersial, dan disisakan satu kamar tempat Bung Karno pernah menjalani hukuman oleh Belanda, yaitu pada kamar nomor 5. Di sini, Bung Karno mendekam selama kurang lebih 1,2 tahun, yaitu sejak 29 Desember 1929.

“Waktu itu, Bung Karno ditangkap oleh Balanda dan dipenjara di Bunceuy oleh Belanda, karena dituduh akan melakukan pemberontakan bersenjata melalui PNI (Partai Nasional Indonesia),” katanya.

Hingga saat ini, beberapa barang milik Bung Karno, seperti baskom kaleng tempat ia buang air, tempat tidur dari ubin, cangkir, serta lampu teplok masih terdapat di dalam kamar museum tersebut, dan menjadi saksi bisu Bung Karno pernah berada di dalam penjara ini.

“Bung Karno dipenjara selama setahun lebih dua bulan, terus dipindah ke Sukamiskin, Nusa Tenggara Timur, Bengkulu, terus di Padang. Jadi, di Bunceuy inilah Bung Karno pertama kali masuk penjara,” tandasnya.

Pada ruangan pengap ini pula, Bung Karno menyusun pidato pembelaan (pledoi), yang dibacakan pada sidang Pengadilan Hindia Belanda di Gedung Landraad (kini Gedung Indonesia Menggugat) di Jalan Perintis Kemerdekaan (dahulu Jalan Gereja). Pledoi dengan judul Indonesie Klaagt Aan (Indonesia Menggugat) pun menjadi terkenal.

Untuk diketahui, pada tahun 1983, bangunan Penjara Banceuy dirobohkan untuk dijadikan pertokoan dan menjadi Pusat Pertokoan Banceuy Permai. Sementara Penjara Banceuy sendiri dipindahkan ke Jalan Soekarno-Hatta. Hanya satu sel bekas Soekarno dan salah satu bagian menara pengawas dari bangunan penjara ini yang dibiarkan tersisa hingga sekarang.

Banner IDwebhost

Komentar

NEWS UPDATE