oleh

Bunuh Dua Anak Kandung Lalu Bunuh Diri Diduga Dipicu Masalah Ekonomi

LENSAPENA | Kepolisian Resort Kota (Polresta) Tangerang masih menyelidiki peristiwa kematian NC (14) dan GR (3), yang diduga dibunuh oleh ayah kandungnya R (37) yang juga tewas bunuh diri usai membunuh salam rumah di RT 02/09, Kampung Sukamantri, Desa Gembong, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, Kamis 11 Juni 2020.

Kasatreskrim Polrestra Tangerang AKP Ivan Adhitira, mengungkapkan, dugaan sementara motif pembunuhan dipicu masalah ekonomi. Selain itu, pelaku saat ini sedang tidak harmonis hubungannya dengan istrinya. Keduanya sedang pisah ranjang sejak sekitar sebulan yang lalu.

Rumah yang dijadikan tempat membantai kedua anaknya dan ia bunuh diri pun, kata Ivan, saat ini tidak sedang dihuni oleh pelaku, melainkan dijadikan sebagai gudang limbah plastik. Pelaku sendiri tinggal di Desa Sentul Kecamatan Balaraja, sedangkan istrinya tinggal bersama orang tuanya tak tidak jauh dari tempat kejadian perkara.

“Menurut cerita keluarga korban, ada dugaan motif ekonomi, dan masalah internal keluarga antara suami dan istri,” ujar AKP Ivan Adhitira.

Pun demikian, kata Ivan, pihaknya belum berani menyimpulkan karena saat ini masih dalam proses penyelidikan. Ada empat orang saksi yang dimintai keterngan. Tak hanya itu saja, polisi juga masih menunggu hasil otopsi ketiga jenazah dari RSUD Balaraja.

“Polisi juga berencana akan memanggil istri pelaku, namun karena kondisinya masih shock, polisi belum bisa memanggilnya,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, terungkapnya peristiwa pembunuhan sadis ini berawal ketika salah seorang tetangga korban, Nanang, pada Kamis 11 Juni 2020, sekira pukul 01:30 WIB mendengar ledakan dari rumah pelaku. Kemudian, Nanang bersama tegangga lainnya, yaitu Sanan, Kemi dan Sarip menuju rumah tersebut dan mendobrak pintu yang terkunci dari dalam.

Saat berada di dalam rumah didapati api menyala pada tumpukan limbah plastik, kemudian mereka berusaha memadamkan api.

Namun alangkah kagetnya, di dalam rumah tersebut juga ditemukan R tergantung dengan leher terikat di dalam kamar depan sebelah kanan di atas tumpukan limbah, anak pertamanya NC ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di kamar depan sebelah kiri dengan tali masih terikat pada leher, serta anak keduanya GR ditemukan di dalam tong air di kamar mandi dengan posisi kepala di bawah dan kaki ke atas.

Banner IDwebhost

Komentar

NEWS UPDATE