oleh

Ditkrimsus Polda Banten Ungkap Kasus Penjualan Lutung dan Kancil Jawa

LENSAPENA | Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Subdit 4 Tipidter Polda Banten berhasil menyelamatkan lima ekor Lutung Jawa dan satu ekor Kancil Jawa yang diperjualbelikan pelaku secara online.

Kapolda Banten Irjen Pol. Drs. Fiandar melalui Dirreskrimsus Polda Banten Kombes Pol. Nunung Syaifuddin kepada awak media menyampaikan bahwa pelaku DS yang merupakan warga Desa Ciputri Kabupaten Pandeglang berhasil di amankan pada Rabu 10 Juni 2020 kemarin.

“Dari tangan pelaku kami berhasil mengamankan barang bukti beberapa ekor satwa yang dilindungi dan diperjualbelikan secara online,” ujar Nunung, Kamis 11 Juni 2020.

Nunung menuturkan, pelaku mengakui bahwa sebelumnya telah berhasil memperjualbelikan satwa yang di lindungi sebanyak 15 ekor Lutung Jawa, satu ekor burung elang bido, satu ekor musang rasse dan satu ekor kucing hutan melalui media sosial facebook.

“Pelaku memperoleh satwa tersebut dari seorang laki-laki berinisial H yang sudah kita tetapkan sebagai DPO, dengan cara membelinya seharga Rp150 ribu per-ekor, dan oleh pelaku dijual dengan harga Rp650 ribu per-ekor,” katanya

Lanjut Nunung, dugaan tindak pidana yang dilakukan oleh pelaku ini telah diatur dalam Undang-Undang RI No.5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

Berdasarkan Undang-Undang tersebut, sambung Nunung, satwa dilindungi tidak dapat disimpan, dipelihara dan diperjual-belikan. Maka dalam hal ini, sangkaan pasal yang diterapkan kepada pelaku yaitu pasal 40 Ayat (2) Jo pasal 21 Ayat (2) huruf (a) dan (b) UU RI Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara.

“Pelaku berikut barang buktinya sudah berhasil kita amankan, dan kita akan melakukan pengembangan kasus jual beli satwa lindung ini, guna mengungkap siapa kurir, penerima, pembeli, dan pemburu satwa tersebut,” pungkasnya.

Banner IDwebhost

Komentar

NEWS UPDATE