oleh

Kasus COVID-19 Kabupaten Tangerang Menurut Pengamat Kebijakan Publik

LENSAPENA | Pengamat Kebijakan Publik, Ibnu Jandi, menilai kasus COVID-19 di Kabupaten Tangerang grafiknya stagnan dan cenderung landai. Itu artinya, pergerakan masyarakat tidak terlalu mengandalkan kepala daerah dan pemerintah daerahnya dalam menangani pandemi global yang telah mewabah di lebih dari 200 negara di dunia tersebut.

“Sekarang masyarakatnya semakin rajin, semakin peduli, dan semakin disiplin, pemerintah daerah Kabupaten Tangerang bekerja sangat baik dengan gugus tugasnya. Jadi, tidak saling mengandalkan, dan kepedulian masyarakat itu yang menjadikan angka di Kabupaten Tangerang rendah se-Tangerang Raya,” kata Jandi saat diundang dalam acara Spesial Talkshow di Radio Heartline 100.6 FM dengan bahasan New Normal dan seputar COVID-19 bersama Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar, Jumat 19 Juni 2020.

Ia juga mengatakan, pasien COVID-19 di Kabupaten Tangerang juga sudah banyak yang sembuh. Dengan kondisi ini, artinya jika masyarakat disiplin dan mengikuti protokol kesehatan sesuai dengan anjuran WHO dengan benar, menurut Jandi, perkiraan Agustus, kasus COVID-19 di Kabupaten Tangerang dapat dikendalikan.

“Hanya itu saja (disiplin dan menjalankan protokol kesehatan-red). Karena secara medis belum ditemukan vaksin maupun obatnya, namun bila masyarakat terus disiplin dan pemerintah juga terus bekerja maksimal, mungkin, saya perkirakan, ya itu tadi akhir Agustus di Kabupaten Tangerang sudah bisa terkendali,” tandasnya.

Menurut Jandi, apa yang ia katakan ini adalah sebagai bentuk spirit kepada masyarakat, terutama untuk para medis yang telah berjuang keras dalam melawan dan menangani kasus pandeni virus asal Wuhan-Tiongkok tersebut.

“Saya mengatakan ini untuk memberikan spirit kepada masyarakat, terutama para medis, karena pekerjaan dari mereka tidak sia-sia ada hasilnya yang bisa dirasakan,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar, mengatakan, semakin gencar dan masifnya informasi yang disebarkan bisa membuat masyarakat lebih tahu dan memahami apa yang terjadi, khususnya di Kabupaten Tangerang, sehingga masyarakat bisa lebih memiliki kewaspadaan yang lebih.

Zaki juga menjelaskan, dari awal pihaknya sudah mempersiapkan gugus tugas dari tingkat kabupaten hingga kecamatan, desa dan kelurahan. Berikutnya ke tingkat RT/RW untuk mengevaluasi kegiatan masyarakat.

Hanya saja, kata Zaki, memang dalam perjalanannya tugas RT/ RW akhirnya tersita oleh pendataan masalah Bansos.

“Sekarang urusan Bansos sudah berjalan dengan baik walaupun masih ada di sana-sini yang tinggal menunggu waktu untuk pendistribusiannya, karena itu menggunakan waktu. Setelah Bansos sudah berjalan dengan baik, kami sudah identifikasi beberapa RW untuk kita lakukan aktivasi gugus hingga ke tingkat RW,” paparnya.

Disebutkan pula, jika pihaknya akan coba operasikan gugus tugas RW, terutama yang masuk ke zona merah. Tugas tugas di tingkat RW ini, kata Zaki, lebih untuk memberikan edukasi kepada masyarakat.

“Mudah-mudahan konsep gotong-royong kita bersama masyarakat seluruh elemen masyarakat untuk membantu mengatasi dan mengurangi penyebaran COVID-19 bisa berhasil,” pungkasnya.

Banner IDwebhost

Komentar

NEWS UPDATE