oleh

Penjelasan Diskominfo Soal Bupati di Pasar Curug dalam Kerumunan Warga

LENSAPENA | Beredarnya foto Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar, di tengah-tengah kerumunan warga saat kunjungan di Pasar Curug, Senin 22 Juni 2010 kemarin, direspon oleh Kabid Informasi dan Komunikasi Publik pada Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Tangerang, Abdul Munir H. Syarif Mansur.

Menurut Munir, kegiatan bupati tersebut dalam rangka memberikan edukasi kepada para pedagang untuk memperhatikan protokol kesehatan COVID-19 serta membagikan masker dan pelindung wajah. Ia juga menyebut, setiap kunjungan ke lapangan bupati selalu memperhatikan protokol kesehatan.

“Setiap kunjungan ke lapangan Pak Zaki selalu memperhatikan protokol kesehatan COVID-19, dan juga mengingatkan kepada tim yang mendampinginya agar selalu memakai masker dan jaga jarak,” ujar Munir dikutip dari rilis resmi Diskominfo yang dikirim ke redaksi lensapena.id, Selasa 23 Juni 2020 sore.

Dalam rilisnya Munir juga menyebut bahwa warga Kecamatan Curug menyambut baik kunjungan bupati pada Senin itu. Seperti yang dikatakan salah seorang warga bernama Andi, menurutnya, apa yang dilakukan oleh bupati tersebut sangat positif.

“Kami pikir apa yang dilakukan Pak Zaki Bupati Tangerang sangat positif memberikan edukasi penerapan protokol kesehatan kepada para pedagang dan pengujung Pasar Curug,” katanya.

Menurutnya, Pasar Curug merupakan pasar tradisional yang dimiliki Kabupaten Tangerang yang ramai dikunjungi masyarakat, baik pedagang maupun pembeli. Karena itu perlu diberikan pemahaman risiko bila tidak memakai masker dan lainnya.

“Pak Zaki berikan contoh yang baik kepada pedagang untuk selalu perhatikan protokol kesehatan COVID-19, yaitu memakai masker, pake sarung tangan saat melayani pembeli, jaga jarak, cuci tangan pake sabun,” katanya lagi.

Senada dikatakan Bay Subiat, warga Desa Curug Kulon. Ia memberikan apresiasi atas kunjungan Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar yang menemui langsung pedagang Pasar Curug. Ia menilai, masyarakat melihatnya sebagai salah satu bentuk pelayanan dari bupati terkait kesehatan masyarakat, di saat pandemi seperti ini, yaitu memberikan imbauan secara langsung. Dan, kata dia itu sangat penting.

Dikatakan pula bahwa pasar sebagai tempat berkumpulnya banyak orang yang paling rentan terpapar virus COVID-19. Terlebih jika kesadaran masyarakat masih minim dalam mengikuti pola hidup sehat yang telah ditetapkan sebagai protokol COVID-19.

“Pak bupati melakukan safari ke banyak pasar dan ke tempat publik lainnya, sangat bagus untuk berikan edukasi protokol kesehatan di tempat umum seperti pasar. Kami warga Curug sangat senang,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, dalam kegiatan tersebut beredar foto bupati berada di antara kerumunan warga dengan jarak yang sangat dekat, bahkan warga saling dempet-dempetan. Kondisi ini dikritik oleh salah seorang aktivis pemuda Kabupaten Tangerang, Saepul. Ia menilai, pemandangan itu tidak sesuai dengan penerapan sosial distancing atau physical distancing yang merupakan bagian dari protokol kesehatan dalam penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk memutus mata rantai wabah virus yang hingga saat ini belum ditemukan vaksin dan obatnya tersebut.

“Gimana, itu kok bejubel gitu? Emang ga ada protokolnya gitu? Selain membahayakan, kan sama aja ini salah satu penyebab lambatnya dalam memutus mata rantai virus COVID-19, dan masyarakat akan cuek kalau setiap kunjungan Pak Bupati seperti itu. Apa lagi masih PSBB sampai 28 Juni 2020, dan PSBL di beberapa wilayah,” kritik Saepul.

Banner IDwebhost

Komentar

NEWS UPDATE