oleh

Penjelasan Gugus Tugas Soal Kepulangan Pasien COVID-19 dari PT. Adis

LENSAPENA | Beredar video tentang pasien positif Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), yang merupakan warga Perumahan Vila Balaraja, Kabupaten Tangerang, dipulangkan. Dalam video berdurasi 2:11 adalah karyawan PT. Adis Dimension Footwer Balaraja yang terpapar COVID-19, dan dibawa ke Griya Anabatic pada Senin 15 Juni 2020 lalu.

Dalam video tersebut, seseorang yang mengaku sebagai Ketua RW 06 di Kompleks Perumahan Vila Balaraja menyebut bahwa berita yang selama ini beredar di media sosial tentang warganya yang terkena COVID-19 tersebut tidak benar.

“Alhamdulillahirobbilalamin, warga kami di Blok P yang kemarin diisolasi, efektif tiga hari ini dipulangkan di rumahnya. Ternyata indikasi positif COVID-19 tidak terbukti diagnosanya, dan dinyatakan negatif oleh pihak dokter dan rumah sakit yang menangani. Dan, hari ini, 18 Juni 2020, alhamdulillah saudara kami, warga kami yang kemarin sudah menjadi trending topik di medsos, dan alhamdulillah di RW 06 sudah diferivikasi muncul grafik yang dinyatakan zona merah itu tidak benar! Karena, saya atau kami adalah Ketua RW sekaligus Ketua Gugus Tim Satgas COVID-19 di RW 06, tahu persis persoalan di wilayah kami dari penanganan awal bahwa muncul berita bawa warga kami ada yang terpapar COVID-19, menurut kami adalah tidak benar. Karena kami terjun langsung ke lapangan. Terimakasih, mudah-mudahan ini bisa menjadi pencerahan bagi seluruh warga RW 06, atau seluruh warga Vila Balaraja, atau masyarakat secara umum yang menerima berita melalui medsos. Artinya, inilah kebenarannya, tim penanganan COVID-19 Puskesmas Balaraja sudah memulangkan warga kami,” papar pria yang mengaku sebagai Ketua RW 06 Perumahan Vila Balaraja sekaligus Ketua Gugus Tim Satgas penanganan COVID-19 di wilayah tersebut.

Menanggapi hal ini, Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi, menjelaskan bahwa orang yang berbicara dalam video tersebut tidak tahu menahu soal kondisi yang sebenarnya.

Karena menurut Hendra, yang bersangkutan dipulangkan karena untuk isolasi mandiri selama 14 hari. Hal ini berdasarkan hasil swab test kedua yang menyatakan negatif. Hasil negatif ini bisa diartikan bahwa virus COVID-19 yang ada dalam tubuhnya volumenya sudah berkurang. Atau, bisa saja yang bersangkutan masuk dalam kategori Orang Tanpa Gejala (OTG). Dan, karena imun tubuhnya kuat, pada test swab kedua volume virusnya sudah berkurang, sehingga hasilnya test swab negatif.

Jadi, kata Hendra, bukan berarti yang bersangkutan bebas atau tidak terinfeksi COVID-19. Itulah sebabnya pada 15 Juni yang bersangkutan diperbolehkak pulang, namun wajib menjalani isolasi mandiri selama 14 hari.

“Swab pertama diambil tanggal 6 Juni, dan hasilnya diketahui pada 12 Juni dan positif COVID-19. Dan setelah swab kedua hasilnya sudah negatif,” kata Hendra Tarmizi, Jumat 19 Juni 2020.

Selama menjalani isolasi mandiri, kata Hendra, yang bersangkutan wajib mengikuti protokol kesehatan, dan belum diperbolehkan kontak langsung dengan orang lain sampai menunggu hasil test swab berikutnya. Dan, tidak menutup kemungkinan, jika test swab berikutnya hasilnya positif, yang bersangkutan bisa dirawat kembali di Griya Anabatic atau rumah sakit rujukan COVID-19.

Banner IDwebhost

Komentar

NEWS UPDATE