oleh

Seni Ndolalak Makin “Nge-hits” di Kota Seribu Pabrik

LENSAPENA | Ndolalak adalah salah satu kesenian yang berakar dari seni tradisional masyarakat Purworejo, Jawa Tengah. Namun demikian, seni tari yang dimainkan beberapa orang wanita cantik ini juga berkembang subur di Tangerang.

Di daerah berjuluk Kota Seribu Pabrik ini, sebelum pandemi COVID-19 terjadi, kesenian ini hampir tampil setiap minggu di berbagai acara, baik hiburan resepsi hajatan, maupun event-event yang digelar oleh paguyuban-paguyuban masyarakat Jawa yang ada di wilayah tersebut.

Grup kesenian ndolalak yang nge-hits di Tangerang adalah Sanggar New Tresno Budoyo. Kesenian ndolalak Sanggar New Tresno Budoyo ini lahir dan digagas oleh paguyuban masyarakat urban dari daerah Purworejo.

Salah seorang pengelola Sanggar New Tresno Budoyo, Kiswanto mengungkapkan, seiring perkembangan waktu, tarian yang dimainkan oleh para remaja putri yang cantik-cantik tersebut, tidak hanya dimainkan oleh orang-orang dari Purworejo saja. Tapi juga sudah dimainkan oleh masyarakat multi etnik yang ada di Kabupaten Tangerang.

“Meskipun ini tarian tradisional dari daerah Purworejo, tapi sekarang sudah dimainkan oleh masyarakat dari daerah mana saja yang ada di Tangerang. Ada yang dari Lampung, dari Purworejo sendiri, bahkan masyarakat Tangerang juga ikut ambil bagian, jadi penari,” kata Poniran.

Pemerhati Budaya di Tangerang, Meddi Kesesi mengatakan, ribuan masyarakat urban dari berbagai daerah yang hidup di Tangerang, tidak hanya membawa ijazah untuk mencari pekerjaan di Tangerang. Namun juga membawa keberagaman seni dan budaya daerah asalnya, yang salah satunya adalah kesenian ndolalak.

Menurut pria yang saat ini sebagai pengurus Dewan Kesenian di Tangerang ini, keberagaman seni dan budaya di Tangerang merupakan aset untuk menyatukan masyarakat Tangerang hidup rukun dalam keberagaman.

“Kita patut berbangga, di Tangerang ada seni ndolalak dan kesenian-kesenian lain yang dibawa oleh masyarakat urban,baik dari Jawa Tengah, Jawa Timur, dan masyaralat dari luar Pulau Jawa. Harapan kita, keberagaman seni dan budaya yang dibawa oleh masyarakat urban ini bisa membaur, hidup berdampingan, dan memupuk jiwa kebhinekaan kita,” paparnya.

Banner IDwebhost

Komentar

NEWS UPDATE