oleh

Soal Dugaan Bisnis Esek-esek di Panongan, Begini Reaksi Pemerintah Setempat

LENSAPENA | Terkait maraknya pemberitaan soal dugaan praktik prostitusi online di beberapa ruko Kawasan Mardi Gras, Kelurahan Mekarbakti, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang, aparatur pemerintah setempat sudah mengetahui.

Lurah Mekarbakti, H. Mansur, menjelaskan, langkah yang dilakukan oleh pihak kelurahan dan kecamatan, saat ini sedang memantau kondisi ruko-ruko yang diduga dijadikan tempat esek-esek tersebut. Mansur juga mengaku, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Ketua Forum RW se-Mekarbakti untuk terus mengawasi kondisi dan gerak-gerik aktivitas di ruko-ruko tempat pijat refleksi yang dijadikan kedok bisnis esek-esek tersebut. Karena menurutnya, para pelaku, baik mucikari maupun pekerja seks ini lebih lincah ketimbang pihak-pihak yang mengawasi.

“Kita sudah berkoordinasi dengan Ketua Forum RW. Makanya, sejak semalam juga melakukan pemantauan di lokasi,” katanya.

Pihak Kecamatan Panongan, lanjut Mansur, juga telah berkoordinasi dengan pihak Satpol PP Kabupaten Tangerang untuk mengambil langkah tegas jika menemukan bener ada praktik prostitusi di tempat tersebut. Karena yang jadi persoalan, kata dia, pihaknya belum menemukan kapan mereka masuk ke dalam ruko dengan membawa pasangan di tengah penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam memutus rantai penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) ini.

“Makanya, kita terus memantau, bagaimana mereka masuk, dan kapan mereka masuknya. Baru kita bisa mengambil langkah. Karena kalau kita sisir ke lokasi, semua (ruko tempat spa/panti pijat-red) kan tutup, digembok. Tidak terlihat ada aktivitas,” tandasnya.

Sementara itu, Kasatpol PP Kabupaten Tangerang, Bambang Mardi Santosa mengklaim bahwa pengawasan selama PSBB sudah sangat diperketat. Pun demikian dirinya tidak menampik dengan isyu yang beredar soal adanya bisnis esek-esek di tempat itu. Adanya dugaan praktik prostitusi online ini, menurut Bambang, karena diduga ada oknum keamanan yang memback-up. Sehingga mereka bisa bebas beroperasi.

Dari informasi yang ia dapat, kata Bambang, para tamu yang datang ke tempat-tempat pijat refleksi ini akan langsung dibukakan pintu oleh pengelola karena sebelumnya sudah melakukan booking secara online.

Namun, kata dia, ketika petugas mendatangi ruko-ruko yang diduga dijadikan tempat bisnis terselubung itu, sudah dalam keadaan ditutup seperti tidak ada aktifitas apa pun.

“Ini kendalanya tiap kita datang untuk segel pintunya sudah digembok sudah tutup,” katanya.

Dalam waktu dekat, tegas Bambang, pihak Satpol PP Kabupaten Tangerang akan segera turun ke lapangan untuk menyelidiki isu prostitusi online berkedok pijat refleksi tersebut. Satpol PP juga akan menyegel ruko-ruko pijat refleksi yang ada di kawasan tersebut karena sebagian besar tidak berizin.

“Kita akan segera selidiki termasuk soal adanya isu prostitusi online ini,” pungkasnya.

Banner IDwebhost

Komentar

NEWS UPDATE