oleh

Tidak Kantongi SIKM Lima Pekerja Proyek di Jakarta Dikarantina

LENSAPENA | Karena tidak mengantongi Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) saat tiba di wilayah RT 005/012 Kelurahan Menteng Dalam, Jakarta Selatan, lima orang pekerja proyek terpaksa dikarantina oleh pengurus RT setempat. Hal ini dilakukan untuk melakukan pencegahan serta mengantisipasi penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di tengah penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) lanjutan di wilayah DKI Jakarta.

Ketua RT 005/012 Kelurahan Menteng Dalam, Heru Setiawan Putra, menjelaskan, kelima pekerja proyek ini tiba di wilayah ke-RT-annya pada Sabtu 06 Juni 2020. Kelima pekerja proyek tersebut adalah orang-orang yang akan mengerjakan proyek pembangunan gedung perkantoran Daswin Office Tower, 56 lantai di kawasan Setiabudi, Kuningan yang berasal dari beberapa daerah seperti Kediri, Nganjuk, Blora dan Bandung.

Karena tidak mengantongi SIKM, kata Heru, begitu sampai ke wilayah kelima pekerja proyek tersebut diminta untuk menjalani isolasi atau karantina mandiri selama 14 hari di rumah kontrakannya.

“Selama 14 hari mereka diisolasi di kontrakan mereka, dengan pengawasan dari warga dan pengurus RT, tidak boleh bekerja dulu sampai karantina selesai,” kata Heru Setiawan Putra.

Selama menjalani karantina, lanjut Heru, pekerja proyek tersebut tidak boleh bekerja selama 14 hari. Untuk kebutuhan makannya, menurut Heru, pihak RT meminta pihak kantor untuk membeli makanan bagi pekerja tersebut dari warung makan yang ada di wilayah RT 005. Langkah ini diambil sebagai kontribusi kantor para pekerja tersebut tinggal. Saat menjalani diisolasi pun, pekerja proyek tersebut wajib menjalani protokol kesehatan seperti penggunaan masker dan pengukuran suhu tubuh.

“Jadi jatah makan para karyawan dua kali sehari akan dibayarkan setiap dua minggu oleh kantor. Sehingga denyut ekonomi warga yang suda tiga bulan ini vakum, sedikit demi sedikit berjalan,” ucapnya.

Sedangkan teknis pemberian makan bagi pekerja proyek yang menjalani isolasi mandiri, penanggung jawab pekerja yang diisolasi menginformasikan segala kebutuhan sehari-hari kepada pada warga yang ditunjuk. Apa saja keperluannya bisa dikomunikasiokann melalui WhatsApp, dan akan dikirimkan ke rumah isolasi tersebut, seperti kopi, makanan ringan dan lainnya.

“Jadi kebutuhan hidup para pekerja tersebut tinggal telepon atau WA (WhatsApp) dan warga yang antar,” pungkasnya.

Banner IDwebhost

Komentar

NEWS UPDATE