oleh

Gerakan Pakai Masker Menyasar 9.200 Pasar Tradisional

LENSAPENA | Kesadaran masyarakat Indonesia memakai masker di masa pandemi COVID-19 masih sangat rendah, hanya 30 persen. Sementara, yang membutuhkan masker masih sangat banyak namun tidak dapat mengaksesnya karena berbagai kendala, ketidakmampuan ekonomi, bahkan tidak tersedianya masker di lingkungan mereka.

Ketua Gerakan Pakai Masker (GPM) sekaligus inisiator, Sigit Purnomo mengatakan, akan terus berkomitmen melakukan gerakan dengan kampanye publik pakai masker di 9.200 pasar tradisional di Indonesia, yang di dalamnya ada lebih dari tujuh juta pedagang, belum termasuk pembelinya.

Dijelaskan Sigit, pasar tradisional adalah urat nadi perekonomian negeri kita. Pada umumnya mereka belum banyak terjamah oleh gerakan bantuan sosial dan pembagian masker gratis yang sudah dilakukan beberapa pihak selama ini. Banyak gerakan yang menggunakan platform digital, sehingga masker hanya beredar di kelompok yang akrab dengan penggunaan aplikasi digital.

“GPM bermaksud untuk membantu kelompok masyarakat yang masih membutuhkan sosialisasi pemakaian masker yang benar,” terang Sigit Pramono, di Jakarta, Jumat 10 Juli 2020.

Dia menambahkan setelah pasar tradisional, GPM akan melakukan kerja sama dengan pesantren di seluruh Indonesia untuk melakukan sosialiasi pemakaian masker. Selanjutnya akan disasar target per kelompok masyarakat tertentu seperti misalnya, perguruan tinggi, sekolah, kaum perempuan, kaum profesional kelompok perbankan, kaum milenial, pelaku seni budaya, dan lain-lainya.

Sebelumnya, penyuluhan untuk Penyuluh Pedagang Pasar angkatan I telah dilakukan pada 24 Juni 2020 yang mencakup 237 pasar se-Jabodetabek. Sedangkan Penyuluhan untuk Penyuluh Angkatan ke II meliputi 1.749 pasar rakyat di provinsi Jabar dan Banten (di luar Bodetabek yang sudah masuk angkatan I), Provinsi Jateng, dan DIY.

“70 persen kegiatan GPM adalah kampanye publik penggunaan masker. 30 persen membantu mengumpulkan dan menyalurkan masker kepada yang membutuhkan. Itupun kita akan bekerja sama dengan pihak-pihak yang sudah melakukan hal itu seperti *BenihBaik.com*, Gemas, PeduliSehat dll,” lanjutnya.

Pihaknya tidak bermaksud untuk menyaingi atau menafikan upaya-upaya yang sudah dilakukan banyak pihak sejak pandemi COVID-19 merebak. Justru GPM akan mengajak kerjasama, kolaborasi, koordinasi, dan co-branding para pihak yang sudah melakukan kegiatan sejenis.

“Jadi ini pekerjaan besar yang harus dilakukan secara bersama-sama dan gotong royong serta keroyokan, untuk menangani persoalan masker ini, ibaratnya diperlukan nafas panjang selayaknya pelari marathon. Mengingat keadaan ini akan terus berlangsung hingga vaksin untuk mengatasi COVID-19 ini ditemukan dan sampai ke tangan masyarakat yang diperkirakan sampai pada akhir tahun 2021,” tandasnya.

Banner IDwebhost

Komentar

NEWS UPDATE