oleh

Hobi Makan Sate? Perhatikan Hal Berikut Ini Sebelum Mengonsumsi!

LENSAPENA | Bagi masyarakat Indonesia, Hari Raya Idul Adha atau Hari Raya Kurban kerap dijadikan sebagai kesempatan untuk memasak olahan berbahan daging, terutama daging sapi atau kambing/domba. Karena, banyaknya umat Islam yang menyembelih hewan kurban dan dibagi-bagikan, sehingga hampir setiap orang kebagian daging. Jadi, tak heran jika tiba-tiba banyak orang yang menjadi koki dadakan dalam memasak olahan daging tersebut. Biasanya, masakan yang paling favorit diolah adalah membuat sate.

Namun perlu diingat, sebelum mengonsumsi kuliner yang satu ini, harus memperhatikan hal-hal berikut ini. Karena, ternyata kuliner sate mengandung protein yang cukup tinggi. Kanapa? Jawabnya, karena umumnya olahan ini terdiri dari daging, yaitu daging sapi atau daging kambing/domba. Selain itu sate juga mengandung lemak yang tinggi, terutama lemak jenuh yang berasal dari lemak dan minyak sayur yang digunakan sewaktu memprosesnya. Sebagai gambaran umum, pada sate ayam terkandung kadar lemak jenuh sebesar 20 persen, sate sapi 30 persen dan sate kambing 60 persen.

Dalam penyajian kuliner rakyat yang sangat populer dan banyak disukai banyak kalangan ini, biasanya disertai dengan bumbu. Biasanya, kalau bukan bumbu kacang, ya kecap.

Perlu diketahui, bumbu kacang dalam kuliner sate ini biasanya terdiri dari kacang, bawang merah, bawang putih, garam, gula dan minyak. Dilansir dari wesite klikdokter.com, ternyata dalam 29 gram bumbu kacang mengandung 77 kalori, dimana 70 persennya berasal dari lemak. Selain itu juga mengandung 138 gram sodium atau garam. Kacang memang tinggi akan lemak tak jenuh, sedangkan bawang merah dan bawang putih mengandung antioksidan. Namun sate dan bumbu kacang yang berminyak menjadikan semua kandungan gizi tersebut menurun.

Bumbu sate tanpa dilengkapi bawang merah, sepertinya tidak lengkap, alias kurang “nonjok”. Omong punya omong, bawang merah dalam bumbu sate ini ternyata memiliki beberapa manfaat. Bawang merah kaya akan flavonoid yang disebut dengan antosianin dan quercetin. Beberapa penilitian menunjukkan bahwa quercetin dapat menurunkan resiko penyakit jantung koroner dan stroke. Namun sayangnya quercetin sangat sensitif dengan panas dan kandungannya dapat hilang dengan pemasakan. Dari situlah, biasanya bawang merah dalam bumbu sate disajikan secara mentah, sehingga sangatlah baik untuk kesehatan.

Nah, makan sate dengan lontong sangat lah cocok, dan memiliki sensasi sendiri. Lontong sendiri terbuat dari nasi putih yang memiliki indeks glikemik tinggi. Menurut klikdokter.com, indeks glikemik merupakan kecepatan suatu makanan atau minuman untuk meningkatkan kadar gula darah di dalam tubuh. Sehingga sangatlah penting untuk membatasi konsumsi lontong saat mengonsumsi sate, terlebih bagi penderita diabetes. Lebih khusus lagi jika Anda dalam diet membatasi asupan karbohidrat, yang umum dilakukan ketika memiliki target menurunkan berat badan.

Tidak kalah penting hal yang harus diperhatikan sebelum makan sate adalah, sangat dianjurkan untuk langsung tidur setelah makan. Karena hal tersebut adalah buruk bagi dampak kesehatan. Jika langsung tidur setelah makan, makanan yang dikonsumsi tidak akan dapat tercerna dengan baik.Karena makanan yang berlemak membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna dalam tubuh.

Jadi, jangan langsung tidur, ya, jika habis mengonsumsi sate. Karena, ini dapat memicu terjadinya GERD atau gastroesophageal reflux disease, yaitu regurgitasi atau naiknya asam lambung ke kerongkongan.

Banner IDwebhost

Komentar

NEWS UPDATE