oleh

Pemprov Banten Harus Optimalkan Peran Media dalam Pencegahan COVID-19

LENSAPENA | Salah satu penyebab bertambahnya pasien positif COVID-19 di Banten karena masih kurangnya sosialisasi pencegahan dan penerapan protokol kesehatan dari Pemerintah Daerah ke masyarakat.

Hal ini disampaikan oleh Ketua PRSSNI Banten, Cahyono Adi dalam rapat terbatas empat organisasi pers Banten, di Gedung Sekretariat PWI Banten, Rabu kemarin. Empat organisasi pers tersebut adalah Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Serikat Perusahaan Pers (SPS), Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia (PRSSNI), Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Banten.

“Banyak masyarakat, khususnya orang tua yang tinggal di perkampungan masih belum tahu pencegahan atau protokol kesehatan yang diterbitkan oleh Menteri Kesehatan. Di Kecamatan Taktakan Kota Serang, contohnya, ketika diadakan rapid test, masyarakat malah kabur hingga mengurung diri di rumah. Ini lagi-lagi masih kurangnya sosialisasi, di sinilah seharusnya pemerintah daerah memaksimalkan peran media massa dalam mensosialisasikan langkah preventif pencegahan COVID-19 kepada masyarakat,” paparnya.

Ketua PRSSNI Banten, Cahyono Adi mengatakan, salah satu penyebab bertambahnya pasien positif covid 19 di Banten yakni masih kurangnya sosialisasi pencegahan dan penerapan protokol kesehatan dari Pemerintah Daerah ke masyarakat.

“Banyak masyarakat khususnya orang tua yang tinggal di perkampungan masih belum tahu pencegahan atau protokol kesehatan yang diterbitkan oleh Menteri Kesehatan. Di Kecamatan Taktakan Kota Serang, contohnya, ketika diadakan rapid test, masyarakat malah kabur hingga mengurung diri di rumah, Ini lagi-lagi masih kurangnya sosialisasi, disinilah seharusnya pemerintah daerah memaksimalkan peran media massa dalam mensosialisasikan langkah preventif pencegahan covid 19 kepada masyarakat,” paparnya.

Ditambahkan Cahyono Adi, Pemerintah Provinsi Banten harus menggaungkan sosialisasi COVID-19 bukan hanya sekedar melalui website pemerintah saja, melainkan harus lewat perusahaan media baik cetak, online, radio maupun TV.

“Karena media ini jangkauan penyampaian informasinya jauh lebih luas ke masyarakat hingga ke pelosok-pelosok perkampungan,” tandasnya.

Ketua PWI Banten, Rian Nopandra, menegaskan, kasus COVID-19 di Banten jangan sampai seperti di Provinsi Jawa Timur. Dimana saat ini tercatat ada 14.601 orang. Itu artinya, kata Nopan, Jawa Timur menjadi provinsi yang jumlah positif COVID-19-nya tertinggi di Indonesia.

“Bisa disebut Jawa Timur masuk fase kedua serangan COVID-19. Hal ini jangan sampai terjadi di Banten. Oleh karena itu, betapa pentingnya kesadaran dan pemahaman masyarakat terhadap COVID-19, dan hal itu dapat dilakukan dengan mengoptimalkan kekuatan media baik cetak, TV, radio maupun online,” katanya.

Ketua SPS Banten, Lesman Bangun mengatakan, sebagai Ketua yang mengurus perusahaan pers di Banten, pada masa COVID-19 ini Pemerintah Provinsi Banten harus memberi kebijakan anggaran demi keberlangsungan pers di Banten.

“Ini yang harus dipikirkan pemerintah. Sinergi dengan media harus diperkuat. Jadi bagaimana anggaran publikasi baik itu di APBD perubahan dan murni, untuk sosialiasi COVID-19, dan penerapan New Normal di media massa harus dianggarkan maksimal,” tandasnya.

“Jika perusahaan medianya tidak sehat apa bisa wartawanya sejahtera? ini perlu dukungan dari Pemprov Banten, apalagi di masa pandemi saat ini,” katanya lagi.

Sementara itu, Ketua SMSI Banten, Junaedi menambahkan, sebagai organisasi pers yang telah resmi menjadi konstituen Dewan Pers, SMSI turut mendukung optimalisasi peran media di Banten dalam mensosialisasikan langkah penanganan VOVID-19 dan penerapan New Normal.

“Ini harus menjadi catatan dan perhatian pemerintah daerah bagaimana betapa pentingnya pelibatan media di tengah pandemi ini dan itu harus dianggarkan. Semua harus bersatu baik pers, pemerintah dan masyarakat,” pungkasnya.

Untuk diketahui, dalam rapat terbatas empat organisasi pers Banten tersebut, membahas data yang dirilis Gugus Tugas Penananganan COVID-19, per-8 Juli 2020, yang menunjukkan bahwa asus positif COVID-19 di Banten yakni 1. 531 orang, 6 kasus baru, 952 pasien sembuh, dan 80 jiwa meninggal.

Banner IDwebhost

Komentar

NEWS UPDATE