oleh

Pengedar Narkoba Jaringan Kampus di Jakarta Dibekuk Polisi

LENSAPENA | Pengedar Narkoba jaringan kampus yang sudah satu tahun mengedarkan ganja di kalangan mahasiswa dibekuk Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan.

Wakapolres Metro Jakarta Selatan AKBP Choiron El Atiq mengungkapkan, ketujuh terduga pengedar tersebut terdiri atas tiga mahasiswa aktif di salah satu perguruan tinggi swasta di kawasan Meruya, Jakarta Barat, satu orang alumnus, satu pengemudi ojek pangkalan dan dua lagi pekerja swasta.

“Penangkapan ketujuhnya berawal dari laporan masyarakat adanya transaksi narkoba di wilayah Jakarta Selatan. Lalu penyidik Satnarkoba Polres Jakarta Selatan melakukan penyelidikan hingga didapati terduga AYH, seorang alumni perguruan tinggi dan AS pengemudi ojek pangkalan,” ungkap AKBP Choiron, Selasa 21 Juli 2020.

Choiron menambahkan, dalam mengedarkan Narkoba, mereka mempunyai peran berbeda-beda. AYH dan AS mendapatkan barang dari I. Sedangkan I dapatkan barang dari A. Sedangkan AS merupakan pengemudi ojek pangkalan yang bertugas mengirimkan pesanan ganja dari para terduga.

I dan A adalah mahasiswa aktif di perguruan tinggi swasta di wilayah Meruya, Jakarta Barat. Selain itu, polisi juga menangkap CR yang juga berstatus mahasiswa aktif di kampus yang sama.

“Para mahasiswa tersebut mengedarkan ganja kepada teman-teman mahasiswanya di kampus. Sehari-hari membawa ganja siap edar dalam tas sandang yang digunakan untuk ke kampus,” tambah Wakapolres.

Praktik tersebut telah berlangsung selama satu tahun, dalam sehari mereka mampu menjual 1/2 kg ganja dengan sistem paket.

Satu paket berat sekitar 5 gram dijual seharga Rp300 ribu, paket digulung dengan kertas berwarna cokelat, satu paket bisa untuk10 hingga 20 linting.

“Hampir setiap hari mereka membawa tas ransel itu ke kampus, dan ganja itu selalu dibawa ke kampus, jadi kayak mau kuliah,” kata Choiron.

Sementara, Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Vivick Tjangkung menyatakan, ganja yang diperoleh para mahasiswa berasal dari jaringan Lapas yang berada di wilayah Jawa Barat.

“Ada indikasi ganja berasal dari jaringan Lapas,” kata Vivick.

Selain menangkap pelaku, polisi juga menyita barang bukti empat kilogram ganja kering siap edar, dan 14 bungkus paket ganja.

Atas perbuatannya, para mahasiswa dan keempat rekannya dijerat dengan Pasal 114 ayat 2 subsider Pasar 111 ayat 2 Jo 132 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkoba, dengan ancaman maksimal 20 tahun.

Banner IDwebhost

Komentar

NEWS UPDATE