oleh

Polemik Semanggi, Puluhan Komunitas Seni Bakal Gelar Aksi “Love Moment”

LENSAPENA | Polemik keberadaan Komunitas Semangat Berbagi (Semanggi) Center Foundation di Jalan Perintis Kemerdekaan Cikokol yang belum jelas nasibnya akan ditentukan oleh gerakan moral yang dinamakan “Love Moment”.

Aksi yang akan diikuti puluhan komunitas dan pelaku seni dan budaya Kota Tangerang ini bakal di gelar 24 Juli 2020 mendatang.

Edy Bonetsky selaku Pengiat Seni dan Budaya Kota Tangerang mengatakan, sejak surat pengosongan lahan yang dilayangkan Pemerintah Kota Tangerang, hingga saat ini Walikota Tangerang, Arief R Wismansyah belum bisa berdialog terkait solusi persoalan Semanggi Center Foundation .

Untuk itu kata dia, dalam waktu dekat berbagai upaya akan dilakukan pihaknya, yaitu diantaranya akan menggelar dialog virtual (daring) dengan melibatkan akademisi, Pemerintah Kota Tangerang dan anggota DPRD Kota Tangerang.

“Ya, rencanya kami akan gelar dialog Daring. Ini adalah gerakan nurani dari kawan kawan,” katanya, Rabu 25 Julin 2020.

Selain cara itu, kata Edi puluhan komunitas yang telah menandatangani petisi save semanggi center cikokol akan menggelar gerakan moral “Love Moment” di pelataran Pusemkot Tangerang minggu mendatang.

“Persoalan mikro ini akan menjadi makro dan ini baru akan dimulai,” imbuhnya.

Hal senada dikatakan, Oka Kuncoro yang juga Pengiat Seni Kota Tangerang. Ia bersama kawan-kawannya siap turun ke jalan. Langkah itu diambil sebagai upaya penyelesaian polemik Semanggi Center Foundation.

Dalam aksi “Love Moment” itu, nantinya akan diikuti puluhan komunitas dan masing masing komunitas akan menggelar pertunjukan karya seni dan budaya di lokasi yaitu di Pelataran Puspemkot Tangerang.

“Nanti kita menampilkan karya dari masing masing komunitas. Bukan hanya dari Kota Tangerang tapi dari Kota Tangsel juga akan ikut,” ujarnya.

Untuk diketahui komunitas Semanggi Center sudah sembilan tahun beraktivitas. Bermarkas di lahan dan gedung kosong bekas radio EMC, kawasan pendidikan Cikokol, Kota Tangerang. lembaga non profit yang kerap mengadakan pelatihan seni dan budaya itu kini terancam tak lagi melakukan aktivitasnya setelah Pemkot Tangerang meminta pengosongan lahan aset tersebut.

Rencananya Pemkot Tangerang akan membangun lokasi itu menjadi Balai Latihan Kesenian (BLK). Seperti yang dijelaskan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Tangerang Ubaidillah Anshar mengatakan, pihaknya justru ingin merenovasi tempat tersebut menjadi balai kesenian.

“Ya, kami justru ingin perbaiki itu menjadi Balai Kesenian. Nanti kita bisa libatkan para seniman termasuk anggota Komunitas Semanggi. Kita tidak mengusur ini juga untuk kepentingan publik juga,” jelas Mantan Camat Neglasari itu.

Banner IDwebhost

Komentar

NEWS UPDATE