oleh

PUB Dukung Banten Menjadi Lumbung Ketahanan Pangan Nasional

LENSAPENA | Ketahanan pangan sangat penting, terlebih kondisi ketahanan pangan nasional maupun internasional saat ini sedang menurun.

Hal ini dikatakan Eden Gunawan selaku Sekretaris Umum Perkumpulan Urang Banten (PUB) saat berkunjung ke lokasi lahan program Ketahanan Pangan Banten di Gunung Kencana, Kabupaten Lebak beberapa waktu lalu.

Eden juga mengungkapkan, pihaknya sangat mendukung program Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten untuk menjadikan daerah tersebut sebagai salah satu lumbung ketahanan pangan nasional. Dan, meskipun PUB bukan lah sebuah perusahaan atau investor dalam bidang pertanian, namun kata Eden, pihaknya siap menjadi wadah penyambung kepentingan rakyat dengan pemerintah dalam menyejahterakan rakyat Banten, termasuk salam program ketahanan pangan.

“PUB bukan investor, tapi penghubung kepentingan pemerintah dengan investor. PUB hadir ke Cimanyangray dalam rangka melanjutkan program Pak Gubernur Banten tentang 1.000 hektar yang kurang produktif dan diubah menjadi lebih produktif,” ujar Eden Gunawan.

Dikatakan pula, saat ini Banten telah memiliki 70.000 hektar lahan guna mendukung program Banten Lumbung Ketahanan Pangan Nasional, baik dalam pertanian maupun perkebunan, yang pada tahap awal pelaksanaannya akan segera digarap 1.000 hektar.

Wakil Ketua Umum Bidang Pertanian PUN, Anton Apriyantono, menambahkan, selain kebutuhan pada lahan, aspek penting lain yang mesti mendapatkan fomus adalah tentang sumber daya manusia, yaitu petani-petani di Banten.

“Kunci keberhasilan pertanian adalah sumberdaya manusia. PUB akan bicara khusus dengan Gubernur tentang pendampingan petani. Dinas terkait sebaiknya menyediakan program khusus peningkatan kapasitas petani. Saya ke Cimanyangray untuk koordinasi, mendapat input dari petani dalam rangka memfasilitasi melalui jejaring PUB, seperti para investor, perusahaan pertanian. Ini bukan bantuan, tapi fasilitasi,” paparnya.

Sebagaimana diketahui, kata Anton, Lebak sudah ada kerjasama LMDH dengan petani, hanya saja masih banyak potensi dan kapasitasnya yang perlu dikembangkan, khususnya komoditi jagung.

“Pelaku utama bidang pertanianya itu petani itu sendiri. Mereka inilah yang harus paling produktif. Terutama petani yang berkeinginan kuat untuk berubah. Pesan buat Pak Jaro, harus jelas setiap petani garap lahan yang mana, buat rencana pertanian, lebih banyak gunakan pupuk organik. Kita akan siapkan bibit unggul bekerjasama dengan para pihak. Dan, ini penting juga, petani jangan dibebani administrasi, karena petania dalah pelaku teknis lapangan,” tandas Anton, yang pernah menjabat Menteri Pertanian di masa SBY ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Lebak, Rahmad Yuniar mengapresiasi gerakan PUB tentang kepeduliannya terhadap persoalan pangan yang sedang dihadapi saat ini. Ia juga menilai, kedatangan PUB ke wilayah wilayanya yang menjadi salah satu program ketahanan pangan tersebut adalah sebagai bentuk dukungan terhadap Pemkab Lebak khususnya bagi peningkatan produksi pertanian.

“Luas lahan darat di Lebak belum optimal, padahal potensinya luar biasa, ada gadung, manggis, jengkol, beras merah, dan lain- lain. Kami berkeinginan peningkatan produksi, karena petani masih pedati dan dapati, belum simpati. Kami siap mendukung program PUB,” ucap Rahmat Yuniar.

Untuk diketahui, PUB adalah sebuah organisasi wadah bagi berbagai aktivitas masyarakat Banten dan pemerintah Provinsi Banten tanpa membedakan ras dan agama serta politik kepartaian yang diikutinya dengan visi Banten Baru, Banten Bangkit, Banten Juara dan masyarakatnya sejahtera dalam bingkai iman dan taqwa, dalam hal ini menjadi mitra utama pemerintah sebagai pelaksana program besar ini.

Setelah diawali berbagai pertemuan sebelumnya pada 8 Juni 2020 jajaran pengurus PUB melakukan pertemuan khusus bersama Gubernur Banten; Wahidin Halim dan Sekretaris Daerah (Sekda) Banten; Al Muktabar di Rumah Dinas Gubernur dalam rangka membahas program lanjutan Banten Lumbung Ketahanan Pangan Nasional dan kemudian dilanjutkan pada ranah lebih teknis pada 17 Juni 2020 melakukan pertemuan bersama Kepada Dinas Pertanian Provinsi Banten Agus Tauchid.

Kemudian pada 27 Juni 2020 bertempat di Sekretariat Pusat PUB, juga diadakan pembahasan khusus terkait hal tersebut oleh jajaran inti Pengurus Pusat PUB yang dihadiri Sekum dan Para Waketum bersama para steakholder program ini mulai dari Wakil Kepala Perhutani Jawa Barat-Banten, Akademisi, perwakilan lembaga keumatan, sociopreneur, dan juga hadir juga Kepala Desa Cimangray selaku Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) pengurus Dompet Dhuafa.

Banner IDwebhost

Komentar

NEWS UPDATE