oleh

Video Pembelajaran Disdik Kota Tangerang Dapat Penghargaan MURI

TUNTUTAN dunia pendidikan di tengah Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) butuh inovasi yang cerdas dan aman dari ancaman wabah COVID-19. Untuk itu, dalam membentuk Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang pendidikan agar menjadi insan yang berkualitas dalam memenuhi kebutuhan masa depan generasi, Pemerintah Kota Tangerang mendorong para guru di lingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) untuk berinovasi dengan membuat video pembelajaran informatif bagi siswa/siswinya.

Video pembelajaran yang jumlahnya mencapai 750 video tersebut menjadikan Pemkot Tangerang melalui Dinas Pendidikan berhasil meraih Penghargaan Rekor MURI sebagai Pembuatan Video Pembelajaran Terbanyak oleh Guru.

Piagam Rekor Muri Video Pembelajaran Terbanyak oleh Guru tersebut diberikan langsung kepada Wali Kota Tangerang, Arief Wismansyah dalam acara Launching 750 Video Pembelajaran di Masa Pandemi Karya Guru Hebat Kota Tangerang. Dalam kegiatan ini, Walikota didampingi oleh Sekda Kota Tangerang Herman Suwarman dan Kepala Dinas Pendidikan Masyati Yulia.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tangerang, Masyati Yulia, mengapresiasi seluruh guru yang sudah terlibat dalam pembuatan video tersebut.

“Jumlah guru yang terlibat dalam pembuatan video ini adalah 205 guru, dengan waktu kurang lebih 7 minggu. Saya ucapkan terima kasih semoga video pembelajaran ini mampu meningkatkan pemahaman dan efektifitas belajar anak-anak kita,” ujar Masyati Yulia, Selasa 14 Juli 2020.

Sementara itu, Wali Kota Tangerang Arief R. Wismansyah menjelaskan, video ini dibuat untuk menunjang proses belajar mengajar masyarakat di tengah pandemi COVID-19.

“Mudah-mudahan anak-anak kita bisa tetap semangat belajar, terus berkreativitas dan berinovasi dibimbing oleh guru-guru yang ada,” ujar Walikota yang ditemui usai peluncuran video pembelajaran.

Wali Kota berharap seluruh masyarakat dapat memanfaatkan media pembelajaran tersebut dengan baik. Proses pembelajaran sendiri dapat diakses melalui fitur Tangerang Belajar yang tersedia di Aplikasi Tangerang LIVE.

Disinggung terkait beberapa sekolah atau fasilitas pendidikan yang tetap ingin melakukan proses belajar mengajar secara tatap muka, Arief menegaskan pihaknya tak segan untuk memberikan sanksi berupa pencabutan izin.

“Seharusnya mereka tidak melakukan itu, karena kemarin kita rapat dengan Pak Gubernur kaitan evaluasi PSBB. Informasinya sudah ada masyarakat yang ingin belajar tapi kemungkinan di akhir Desember. Karena sekarang kondisinya Kota Tangerang juga masih (zona) kuning,” jelasnya.

“Nanti kita bisa cabut izinnya karena kita ingin semua proses kehidupan sosial masyarakat tetap aman dan nyaman,” tambahnya. (ADVERTORIAL)

Banner IDwebhost

Komentar

NEWS UPDATE