oleh

Wayang Kulit Virtual “Jampi Kangen”, Ananta: Inovasi Seni di Tengah Pandemi

LENSAPENA | Kunjungan reses masa sidang IV tahun penganggaran 2019-2020, Sabtu 25 Juli 2020 malam, Anggota DPR RI Ananta Wahana hadir langsung dalam pagelaran wayang kulit di Sanggar Jampi Kangen, Kompleks Perumahan Bugel Mas, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, yang digelar secara virtual.

Dalam kesempatan ini, Ananta mengajak para pelaku seni untuk terus berinovasi, dan memanfaatkan internet sebagai ruang untuk berapresiasi.

Karena menurut politisi PDI Perjuangan tersebut, internet bisa menjadi salah media untuk menyampaikan gagasan-gagasan kreatif yang paling efektif dan aman di tengah pandemi COVID-19.

Ia juga mencontohkan, ada seorang dalang di Amerika, bisa memainkan wayang tetapi tidak memiliki penabuh gamelan yang bisa mengirinya. Lalu ia meminta kepada para seniman gamelan dari Solo untuk memainkan gamelan serta mengiringinya, hingga akhirnya terjadilah perhelatan budaya pagelaran wayang kulit. Peristiwa budaya itu dihelat secara virtual dan menarik perhatian masyarakat dunia.

Menurut Ananta, pagelaran wayang kulit dalang Amerika dengan seniman gamelan dari Solo ini bisa menjadi rujukan para pelaku seni di Indonesia, khususnya di wilayah daerah pemilihannya, Tangerang Raya.

“Saya sangat mengapresiasi dan mengucapkan selamat atas terselenggaranya pagelaran wayang kulit yang digelar secara virtual ini. Karena, ini tidak hanya bisa dinikmati oleh masyarakat lokal, tetapi juga bisa dilihat dari berbagai belahan dunia melalui jaringan internet,” papar Ananta Wahana.

Ia juga berkeyakinan bahwa yang dilakukan oleh para seniman wayang kulit di Tangerang tersebut merupakan inovasi baru yang bisa menjadi cara baru para seniman dalam berkarya dan menghibur masyarakat setelah menghadapi persoalan baru di tengah pandemi COVID-19.

Menurut Ananta, cara baru seperti pagelaran seni yang diikuti secara pesat dan masif akan bisa membawa perubahan baru yang dapat berkembang secara pesat.

Sementara itu, Ngadino selaku pimpinan Sanggar Jampi Kangen sebagai penyelenggara pagelarah wayang kulit virtual, menjelaskan, pagelaran wayang kulit ini mengikuti protokol kesehatan: seperti mewajibkan penonton yang hadir mengenakan masker, cuci tangan dan menjaga jarak. Bagi para penonton yang tidak mengenakan masker, pihak penyelenggar juga memberikannya secara gratis.

Lebih lanjut Ngadino menuturkan, pertunjukan seni dan budaya tradisional secara virtual ini juga telah dihelat sejak beberapa minggu yang lalu. Bahkan pada minggu depan, kata Ngadino, pihaknya akan menggelar Seni Ketoprak di tempat yang sama.

Banner IDwebhost

Komentar

NEWS UPDATE