oleh

Dalang Brimob Sri Kuncoro, Main Wayang dari Watu Kosek Sampai Sudan

LENSAPENA | Dalam dunia pewayangan dalang adalah seseorang yang mempunyai keahlian khusus memainkan wayang. Keahlian seorang dalang biasanya diperoleh dari bakat turun-temurun. Namun saat ini ilmu pedalangan bisa didapat dari sekolah-sekolah atau perguruan tinggu jurusan pedalangan seperti Sekolah Tinggi Seni Indonesia Surakarta (STSI) atau sekarang Institut Seni Indonesia Surakarta.

Namun bagaimana jika profesi dalang ini disandang oleh seorang anggota polisi dari Brigade Mobil (Brimob) yang bukan keturunan dalang dan bukan lulusan sekolah pedalangan?

Itulah yang dijalani oleh Bripka Sriyanto alias Dalang Brimob Sri Kuncoro. Pria yang bertugas di Mako Korp Brimob Polri Kelapa Dua Depok dan saat ini sebagai PAM WAL Gubernur DKI Jakarta tersebut, mengaku, belajar mendalang secara otodidak atau autodidak ketika Ia masih “ngenger” pada seorang dalang di kampung halamannya, Sragen-Jawa Tengah, sebelum menjadi anggota Brimob.

“Otodidak, ngenger dalang. Karena dulu hiburan wayang di kampung saya itu siang malam, dan hampir setiap hari, dari situlah saya termotivasi,” ujar Bripka Ariyanto alias Dalang Brimob Sri Kuncoro dalam acara pentas virtual yang digelar di salah satu sanggar di wilayah Kota Tangerang beberapa waktu lalu.

Bripka Sriyanto juga mengaku, menjadi seorang anggota Brimob awalnya adalah dorongan dari orang tuanya yang menginginkan anaknya tersebut menjadi seorang pegawai. Dari situlah Ia mengikuti apa yang menjadi keinginan orang tuanya tersebut.

Namun ketika Bripka Sriyanto menjalani pendidikan Brimob di Watu Kosek Malang, Jawa Timur, hobinya mendalang tersebut bisa disalurkan lewat kegiatan ekstra di luar pendidikannya sebagai calon anggota Brimob.

“Waktu pendidikan di Watu Kosek, itu ada kegiatan ekstra, ada gamelan-gemelan Jawa komplit. Dari situ saya ikut latihan, dan mulai tampil mendalang di situ,” katanya.

Hal ini juga, kata Bripka Sriyanto, menjadi awal dirinya mendalang di sela-sela tugasnya menjadi abdi negara dari korp Tribrata, baik saat bertugas di daerah operasi maupun saat menjalankan tugas di Mako Korp Brimob Polri Kelap Dua Depok. Di berbagai acara hajatan maupun acara besar kepolisian, Bripka Sriyanto kerap tampil, dan menjadi satu-satunya dalang yang lahir dari korp pasukan elit kepolisian tersebut. Bahkan, Ia juga pernah tampil mendalang di Timur Tengah, yaitu di Sudan.

“Mendalang di Sudan itu pada saat tugas di UN PBB, dan pada waktu itu membawa misi kesenian tahun 2011-2012, FPU 5,” tandasnya.

Bripka Sriyanto alias Dalang Brimob Sri Kuncoro ini juga menjadi satu-satunya dalang wayang kulit yang memiliki wayang kulit terbuat dari kulit onta berbentuk buto atay buta. Buto atau buta dalam pewayangan adalah raksasa, denawa, atau ditya. Raksasa ini termasuk golongan Asura. Sebutan denawa itu keturunan Dewi Danu atau Danunawa, sedangkan ditya atau buta adalah keturunan Dewi Diti.

Banner IDwebhost

Komentar

NEWS UPDATE