oleh

Dengan Protokol Kesehatan, Syuting Film “Satria Dewa: Gatotkaca” Dilanjutkan

LENSAPENA | Setelah sempat beberapa bulan tertunda akibat Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), pembuatan film besutan sutradara Hanung Bramantyo “Satria Dewa: Gatotkaca”, kini mulai digarap lagi. Proses syuting dilakukan sejak 6 Agustus 2020 lalu. Syuting penggarapan film ini dengan menerapkan protokol kesehatan yang begitu ketat.

“Satria Dewa: Gatotkaca” adalah film pertama dari delapan seri film di bawah Satria Dewa Superhero Universe yang diproduseri Rene Ishak serta Celerina Judisari melalui Satria Dewa Studios.

Seperti dikutip dari Variety pada Sabtu 29 Agustus 2010, proses penggarapan film ini diperkirakan berlangsung selama 45 hari yaitu hingga pertengahan September 2020 mendatang.

Dalam kesempatan ini, Ishak menyebutkan bahwa para kru dan bintang film harus menjalani karantina selama dua minggu di lokasi sebelum akhirnya bisa menjalankan syuting.

“Kebanyakan syuting dilakukan di studio atau lokasi tertutup. Selain wajib pakai masker, pengecekan suhu tubuh tiap hari juga dilakukan dan selama di balik layar kita tetap menerapkan jaga jarak fisik, tes swab juga dilakukan tiap seminggu sekali,” kata Ishak.

Film dijadwalkan tayang pada musim panas 2021 di Indonesia dan akan diputar juga di bioskop-bioskop internasional.

Film yang menelan biaya Rp4-5 juta dolar AS itu digawangi oleh Rahabi Mandra sebagai penulis skenario, serta dibintangi sederet aktor dan aktris muda seperti Rizky Nazar yang akan memerankan Yuda, pemuda dengan kekuatan super.

Ada juga aktor laga kawakan seperti Cecep-Arif Rahman dan Yayan Ruhiyan, keduanya adalah bintang film “John Wick 3” dan “The Raid.”

Yayan Ruhian juga pernah tampil di “Star Wars: Episode VII – The Force Awakens.”

Mendapatkan perhatian dari media luar negeri, Rene Ishak mengaku bahagia.

“Sebagai warga bangsa Indonesia, tidak ada yang lebih membahagiakan saya melihat Pahlawan Indonesia diterima di panggung Internasional dan membawa kebanggaan bagi bangsa. Kami berharap dengan daya tarik cerita, karakter, dan jagad Satria Dewa pahlawan kita, tidak hanya akan menarik penonton Indonesia tetapi juga penonton internasional,” pungkasnya.

Banner IDwebhost

Komentar

NEWS UPDATE