oleh

Gus Iim Wafat, Hasto: Gigih Menanamkan Pancasila kepada Generasi Milenial

LENSAPENA | Tokoh Nahdlatul Ulama (NU), KH Hasyim Wahid alias Gus Iim, wafat, Sabtu 1 Aguatus 2020. Adik bungsu almarhum Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini menghembuskan napas terakhir pada pukul 04:18 WIB di RS Mayapada, Jakarta.

Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, mengatakan bahwa Gus Iim merupakan sosok Muslim Nasionalis yang peduli dengan Wong Cilik. Melalui rilis yang dikirim ke redaksi, atas nama PDI Perjuangan Hasto menyampikan rasa duka cita yang mendalam atas berpulangnya tokoh bangsa, sosok negarawan, dan pembela hak-hak wong cilik, yang juga pernah menjabat sebagai salah satu Ketua DPP PDI Perjuangan, yaitu pada tahun 1998-2000 tersebut.

“Pagi ini saya melaporkan berita duka tersebut langsung ke Ibu Megawati Soekarnoputri. Beliau menyampaikan duka cita yang mendalam dan semoga Almarhum Husnul Khatimah. Almarhum merupakan bagian keluarga besar PDI Perjuangan, pernah menjabat sebagai salah satu Ketua DPP PDI Perjuangan pada tahun 1998-2000. Semoga almarhum dilapangkan kuburnya dan ditempatkan di surga-Nya,” ujar Hasto Kristiyanto.

Dikatakan Haato, Gus Iim dikenal sebagai sosok yang sangat gigih menanamkan Pancasila kepada generasi milenial, sehingga kalangan Muslim mempunyai komitmen yang kokoh terhadap Pancasila. Para ulama sudah menegaskan, Pancasila adalah final.

“Apa yang dilakukan Gus Iim sebenarnya melanjutkan visi para pendiri bangsa, khususnya kakeknya, Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari dan ayahnya, KH. Wahid Hasyim, dan kakaknya KH. Abdurrahman Wahid. PDI Perjuangan meneladani seluruh pemikiran pendiri bangsa, termasuk khasanah pemikiran Islam Nusantara yang dihayati okeh keluarga besar NU,” paparnya.

Menurut Hasto, Gus Iim juga dikenang sebagai sosok yang peduli pada hak-hak konstitusional Wong Cilik. Sebab itu, ia senantiasa mengajarkan kepada kaum muda agar paham peta geopolitik dan cengkraman kapitalisme global yang semakin menggurita masuk dalam relung-relung negeri kita. Maka dari itu, kata Hasto, kesadaran geopolitik ini menjadi penting agar kita menjadi bangsa yang berdaulat secara politik, mandiri dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.

Lebih lanjut Hasto mengungkapkan, warisan pemikiran Gus Iim tersebut akan selalu dikenang oleh negeri, karena saat ini betul-betul membuntuhkan visi kebangsaan yang kokoh dan kesadaran pada geopolitik, sehingga kita dapat memahami bahaya kapitalisme global.

“Mari kita mendoakan almarhum semoga damai di sisi Tuhan dan seluruh amal baiknya diterima Tuhan Yang Maha Kuasa. Selamat Jalan Gus Iim, doa seluruh keluarga besar PDI Perjuangan terus kami panjatkan kehadapan Ilahi,” pungkasnya.

Banner IDwebhost

Komentar

NEWS UPDATE