oleh

Inilah Fakta Soal Fedrik Adhar, JPU Kasus Novel yang Meninggal

LENSAPENA | Saat seluruh rakyat di seantero negeri merayakan kegembiraan HUT Kemerdekaan ke-75 Republik Indonesia (RI), berita duka datang dari sosok Robertino Fedrik Adhar Syaripuddin, yang merupakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK, Novel Baswedan. Jaksa Fedrik dikabarkan meninggal dunia pada Senin 17 Agustus 2020 sekitar pukul 11:00 WIB, atau selang satu jam dari momentum detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI.

Jaksa Fedrik yang terakhir menjabat sebagai Kasubsi Penuntutan Kejaksaan Negeri Jakarta Utara tersebut, meninggal dunia di RS Pondok Indah Bintaro pada usia 38 tahun. Informasi yang berhasil dihimpun, Jaksa Fedrik meninggal setelah sempat pulang ke daerah Baturaja, Sumatera Selatan, untuk urusan keluarga.

Nama Jasa Fedrik sempat menjadi sorotan saat menangani kasus penyidik KPK Novel Baswedan yang disiram air panas usai salat Subuh di masjid dekat rumahnya pada Selasa 11 April 2017 silam. Dalam tuntutannya pada beberapa bulan lalu, dua pelaku, yakni Rahmat Kadir Mahulette dan Rony Bugis, dituntut hukuman satu tahun penjara. Sejumlah pihak pun menyesalkan tuntutan tersebut karena dianggap terlalu ringan.

Selain menangani kasus Novel Baswedan, Jaksa Fedrik Adhar juga pernah menangani kasus mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Dalam kasus Ahok, Jaksa Fedrik Adhar masuk menjadi satu dari 13 JPU yang mendakwa dan menuntut Ahok. Kasus ini berujung pada vonis dua tahun terhadap Ahok yang kini menjadi Komisaris Utama Pertamina tersebut.

Ia juga menjadi JPU atas kasus Narkoba yang menimpa vokalis Zivilia yakni Zulkifli alias Zul yang ditangkap pada 1 Maret 2019 di sebuah apartemen kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara. Dalam sidang yang berlangsung pada Senin 9 Desember 2019) silam, Jaksa FedrikAdhar menuntut Zul dengan hukuman mati. Namun, saat vonis hakim, penyanyi lagu “Aishiteru” ini dihukum selama 18 tahun penjara.

Terkait meninggalnya Jaksa Robertino Fedrik Adhar Syaripuddin tersebut, Kapuspenkum Kejagung, Hari Setiyono, mengatakan bahwa Fedrik Adhar meninggal dunia karena komplikasi penyakit gula. Dan, Jaksa Agung ST Burhanuddin menyebut bahwa Fedrik Adhar juga terkonfirmasi positif COVID-19.

Semantara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Utara I Made Sudarmawan mengatakan bahwa jenazah Jaksa Robertino Fedrik Adhar Syaripuddin dimakamkan di Bintaro, Tangerang Selatan. “Beliau dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jombang, Bintaro hari ini,” kata Made saat dihubungi.

Banner IDwebhost

Komentar

NEWS UPDATE