oleh

Puncak HUT RI di Tingkat RT Ini Digelar ‘Dor to Dor’ dengan Protokol Kesehatan

LENSAPENA | Puncak kegiatan HUT Kemerdekaan RI biasanya digelar di panggung, lalu warga ramai berkumpul sambil menyaksikan berbagai hiburan. Namun bagaimana jika puncak perayaan HUT Kemerdekaan RI digelar ‘dor to dor’ atau dari pintu ke pintu dan sari gang ke gang?

Itu lah yang dilakukan oleh RT 03/06 Kompleks Perumahan Mekar Asri II, Kelurahan Mekar Bakti, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang, Sabtu 22 Agustus 2020 malam.

Meskipun di tengah pandemi COVID-19 dan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), puncak peringatan HUT Kemerdekaan RI secara ‘dor to dor’ ini tidak mengurangi semangat warga dalam momen bersejarah tersebut.

Terlihat, sejak ba’da Ishak, ibu-ibu di setiap gang sudah rapi dengan sajian hidangan tumpeng yang siap dilombakan di gangnya masing-masing. Dengan mengenakan seragam, merah, putih, bahkan dengan nuansa tradisional, lengkap dengan masker dan penerapan protokol kesehatan, mereka siap menyambut para dewan juri layaknya event yang digelar dalam skala Nasional.

Pembagian hadiah untuk juara lomba yang digelar melalui video digital dilakukan ‘dor to dor’.

“Hari ini adalah puncak perayaan HUT ke-75 Kemerdekaan RI, dan kita menggelar lomba tumpeng. Lomba tumpeng ini dengan menerapkan protokol kesehatan, makanya kita lakukan pergang, dan penilaian juga secara mobil, juri mendatangi di setiap gang,” ujar Ketua RT 03/06 Kompleks Perumahan Mekar Asri II, Hermanto Wijaya.

Lomba tumpeng ini juga menurut Hermanto, menjadi salah satu projeck percontohan bagaimana warga melakukan kegiatan yang berhubungan dengan makanan dan konsumsi di tengah pandemi COVID-19. Dalam penilaian sendiri, selain rasa, kelengkapan menu dan keindahan tumpeng, penerapan protokol kesehatan dalam menyajikan makanan di tengah COVID-19 juga menjadi penilaian khusus.

Bude Tio, salah seorang peserta lomba tumpeng antar gang di RT 03/06 Kompleks Mekar Asri II, mengungkapkan bahwa memperingati HUT Kemerdekaan menjadi hal yang sangat penting sebagai wujud rasa syukur dan penghargaan kepada para Pahlawan yang berjuang merebut kemerdekaan.

Juri lomba tumpeng dicek suhu tubuhnya menggunakan thermometer gun sebelum masuk gang untuk memberikan penilaian.

Menurutnya, peringatan HUT Kemerdekaan di tengah pandemi seperti saat ini, memang butuh edukasi, di mana setiap kegiatan diwajibkan mengikuti protokol kesehatan, dan tidak boleh menimbulkan kerumunan. Karena bisa berpotensi menjadi cluster baru penyebaran virus asal Wuhan-Tiongkok tersebut.

“Makanya, dalam perlombaan ini kita kemas sedemikian rupa, tetap jagar jarak, pakai masker, cuci tangan dan pakai handsanitizer, tetapi tidak mengurangi kemeriahan HUT Kemerdekaan. Kita tetap mengikuti anjuran pemerintah. Karena ini juga bagian sari mengisi kemerdekaan. Perjuangan kita tidak seberapa dibanding para Pahlawan yang berjuang merebut kemerdekaan,” paparnya.

Dalam acara puncak HUT ke-75 Kemerdekaan RI di RT 03/06 Kompleks Mekar Asri II ini, selain digelar lomba tumpeng juga dilakukan penyerahan hadiah untuk para pemenang aneka perlombaan yang sebelumnya dilaksanakan secara digital menggunakan video. Pembagian hadiah juga dilakukan ‘door to door’ ke rumah para juara dengan menerapkan protokol kesehatan. Begitu pun saat pemberian ‘door prize’ panitia yang terdiri dari para karang taruna tersebut mendatangi setiap gang. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi kerumunan. Pun demikian, kegiatan ini tidak mengurangi kemeriahan perayan HUT ke-75 Kemerdekaan RI.

 

Banner IDwebhost

Komentar

NEWS UPDATE