oleh

Rencana Jalur Sepeda di Jalan Tol, Politisi: Kebijakan Ngawur

LENSAPENA | Rencana Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membuka jalur sepeda di jalan bebas hambatan atau jalan tol dalam kota menuai tanggapan dari Politisi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean.

Ferdinand menilai, jalur sepeda di jalan tol beresiko bagi keselamatan pesepeda. Untuk itu dia mengusulkan Gubernur Anies membatalkan rencana membuat jalur sepeda di jalan tol

“Terlalu beresiko tinggi terhadap keselamatan pengguna sepeda meski yang dimaksud adalah komunitas road bike,” kata Ferdinand, Kamis 27 Agustus 2020.

Ferdinand berharap Gubernur Anies mengutamakan keselamatan warga disetiap kebijakan yang dibuatnya.

“Sebaiknya Gubernur Anies membuat jalur sepeda di jalan umum saja,” tambahnya.

Ferdinand menuturkan, keselamatan warga harus diutamakan dan kebijakan harus mengacu pada unsur aturan dan keselamatan. Bangun jalur pesepeda yang benar di jalur jalan umum, tidak seperti sekarang hanya dikasih marka jalan tanpa pelindung.

“Jangan pertaruhkan nyawa manusia untuk sebuah kebijakan ngawur,” katanya.

Diketahui, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meminta izin ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk membuat jalur sepeda di jalan tol dalam kota.

Rencananya, pembuatan jalur sepeda dilakukan di tol lingkar dalam (Cawang-Tanjung Priok). Hal ini sudah disampaikan Anies ke Pemerintah Pusat dalam hal ini Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Mochamad Basoeki Hadimoeljono dalam surat permohonan nomor 297/-1.792.1

Jalur sepeda di dalam tol untuk memfasilitasi komunitas road bike atau pengguna sepeda sport yang biasa bergerombol.

Banner IDwebhost

Komentar

NEWS UPDATE