oleh

Sekubal, Makanan Khas Gunung Sugih Ini Ternyata Bisa Jadi Pengganti Nasi

LENSAPENA | Gunung Sugih atau disingkat GNS adalah nama salah satu kecamatan di wilayah Kabupaten Tangerang. Namun setelah terjadi pemekaran, yaitu ketika Lampung Tengah mejadi beberapa daerah, Gunung Sugih menjadi nama Ibu Kota Lampung Tengah.

Kecamatan Gunung Sugih di kelilingi oleh tiga sungai yaitu Sungai Way Seputih, Sungai atau Kali Punggur dan Sungai Way Tipo.

Penduduk di wilayah ini sangat heterogen. Karena, meskipun lebih di dominasi oleh penduduk asli Lampung Abung Siwo Migo, juga terdapat penduduk pendatang yang bersuku Jawa dan Banten.

Pun demikian, Gunung Sugih memiliki kuliner tradisional yang khas, yang hingga saat ini masih disukai dan duburu oleh masyarakatnya, yaitu sekubal. Makanan ini terbuat dari ketan yang dikukus dengan santan, dan kemudian dibungkus janur (daun kelapa) atau daun pisang. Menyantap sekubal biasanya ditemani dengan rendang daging, gulai, tapai ketan, kari, dan sebagainya.

Dalam pembuatannya, sekubal membutuhkan waktu yang panjang untuk matang, yaitu sekitar delapan sampai sepuluh jam lamanya.

Rasanya yang gurih dan aromanya yang harum, menjadikan kuliner ini sangatlah menggugah selera. Selain itu kuliner ini juga mengeyangkan, sehingga cocok digunakan sebagai pengganti nasi.

Sekubal sering dijadikan sebagai sajian dalam acara-acara besar di Lampung, seperti hajatan ataupun upacara adat.

Banner IDwebhost

Komentar

NEWS UPDATE