oleh

Sri Sultan Hamengkubuwono IX Bapak Pramuka Indonesia

LENSAPENA – Praja Muda Karana atau Pramuka adalah organisasi yang dibentuk pada era Presiden Soekarno, dan ditetapkan melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 238 Tahun 1961.

Sejarah berdirinya Pramuka sendiri tak lepas dari organisasi sebelumnya, yaitu kepanduan. Namun karena organisasi kepanduan ini dinilai tidak efektif, dan semakin banyak ragam dan bentuknya, bahkan ada yang berafiliasi dengan partai politik, kemudian dilebur. Yang kemudian dijadikan dalam satu wadah organisasi Gerakan Pramuka. Pramuka diberi tugas untuk melaksanakan pendidikan kepanduan kepada anak-anak dan pemuda Indoneisa.

Terbentuknya organisasi Gerakan Pramuka ini tak lepas dari 3 tokoh, sebagai panitia pembentukan organisasi berlambang Tunas Kelapa tersebut. Yaitu Sri Sultan Hamengkubuwana IX, Prof. Prijono (Menteri P dan K), Dr.A. Azis Saleh (Menteri Pertanian), dan Achmadi (Menteri Transmigrasi, Koperasi dan Pembangunan Masyarakat Desa).

Panitia inilah yang kemudian mengolah Anggaran Dasar Gerakan Pramuka dan terbitnya Keputusan Presiden RI Nomor 238 Tahun 1961, tanggal 20 Mei 1961.

Kemudian, tanggal 14 Agustus 1961, selain dilakukan penganugerahan Panji Kepramukaan dan defile, juga dilakukan pelantikan Mapinas (Majelis Pimpinan Nasional), Kwarnas dan Kwarnari Gerakan Pramuka. Sri Sultan Hamengkubuwana IX menjabat sebagai Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka. Sebagai Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka pertama di Indonesia, Sri Sultan Hamengkubowono ini juga dikenal sebagai bapak Pramuka Indonesia.

Sri Sultan Hamengkubuwono IX lahir di Sompilan Ngasem, Yogyakarta, 12 April 1912, dengan nama kecil GRM Dorojatun. Sri SUltan Hamengkubuwono IX wafat di Washington, DC, AS, 1 Oktober 1988. Seri Sultan Hamengkubuwono IX ini juga seorang Raja Kasultanan Yogyakarta dan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta. Ia juga pernah menjabat sebagai Wakil Presiden Indonesia yang kedua, yaitu pada tahun 1973 hingga 1978.

Jabatan lain yang pernah disandang oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX atau bapak Pramuka Indonesia ini diantaranya adala:

  1. Kepala dan Gubernur Militer Daerah Istimewa Yogyakarta (1945)
  2. Menteri Negara pada Kabinet Sjahrir III (2 Oktober 1946 – 27 Juni 1947)
  3. Menteri Negara pada Kabinet Amir Sjarifuddin I dan II (3 Juli 1947 – 11 November 1947 dan 11 November 1947 – 28 Januari 1948)
  4. Menteri Negara pada Kabinet Hatta I (29 Januari 1948 – 4 Agustus 1949)
  5. Menteri Pertahanan/Koordinator Keamanan Dalam Negeri pada Kabinet Hatta II (4 Agustus 1949 – 20 Desember 1949)
  6. Menteri Pertahanan pada masa RIS (20 Desember 1949 – 6 September 1950)
  7. Wakil Perdana Menteri pada Kabinet Natsir (6 September 1950 – 27 April 1951)
  8. Ketua Dewan Kurator Universitas Gajah Mada Yogyakarta (1951)
  9. Ketua Dewan Pariwisata Indonesia (1956)
  10. Ketua Sidang ke 4 ECAFE (Economic Commision for Asia and the Far East) dan Ketua Pertemuan Regional ke 11 Panitia Konsultatif Colombo Plan (1957)
  11. Ketua Federasi ASEAN Games (1958)
  12. Menteri/Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (5 Juli 1959)
  13. Ketua Delegasi Indonesia dalam pertemuan PBB tentang Perjalanan dan Pariwisata (1963)
  14. Menteri Koordinator Pembangunan (21 Februari 1966)
  15. Wakil Perdana Menteri Bidang Ekonomi 11 (Maret 1966)
  16. Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka (1968)
  17. Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia/KONI (1968)
  18. Ketua Delegasi Indonesia di Konferensi Pasific Area Travel Association (PATA) di California, Amerika Serikat (1968)
  19. Wakil Presiden Indonesia (25 Maret 1973 – 23 Maret 1978)

Sri Sultan Hamengkubuwana IX diangkat menjadi Pahlawan Nasional Indonesia pada tanggal 8 Juni 2003 oleh presiden Megawati Soekarnoputri.

Banner IDwebhost

Komentar

NEWS UPDATE