oleh

Ancaman Banjir Mediterania Residence, Pemerhati: Pengembang Jangan Diam!

LENSAPENA | Ancaman banjir yang terjadi hampir di setiap tahun di Kompleks Perumahan Mediterania Residence, Kelurahan Sukmulya, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, adalah akibat buruknya pengelola pengembang perumahan tersebut. Karena, sebegitu luasnya area perumahan yang dihuni oleh ribuan warga, tidak memiliki tempat resapan air yang memadahi.

Pemerhati lingkungan di Tangerang, Tanto Sukamto menilai, PT. Buana Karya Bangun Mandiri sebagai perusahaaan yang mengembangkan perumahan di atas lahan seluas 9 hektar tersebut, hanya memikirkan keuntungan saja, tanpa melihat dampak yang ditimbulkan. Padahal, kata Tanto, sudah jelas dalam peraturan daerah, pihak pengembang berkewajiban mengalokasikan 40 persen lahan yang dibangun sebagai prasarana dan sarana utilitas (PSU), termasuk tempat penampungan air sebagai antisipasi banjir.

Apalagi, menurut Tanto, sebelum dibangun perumahan Mediterania Residence, kawasan ini adalah sawah. Ketika diuruk dan disulap menjadi kawasan perumahan, tidak ada lagi tandon penampungan air ketika hujan, akibatnya banjir meluas di wilayah sekitarnya.

“Embung yang disediakan oleh pihak pengembang, itu hanya sekitar 1000 meter persegi, tidak cukup untuk menampung debit air ketika hujan. Dan, apa bila dikeruk 1.5 meter pun, itu belum mencukupi untuk menampung debit air ketika musim penghujan,” ujar Tanto Sukamto, Selasa 15 September 2020.

Menurut Tanto, satu-satunya jalan, pihak pengembang harus merelokasi beberapa rumah ke tempat yang lebih aman, dan memperluas embung atau tandon tempat penampungan debit air ketika musim penghujan.

“Ini lebih manusiawi dan berkeadilan, ketimbang mengorbankan masyarakat di sekitarnya yang setiap tahun dihadapkan dengan banjir. Karena banjir di wilayah ini terjadi setelah tahun 2007-an setelah perumahan itu berdiri,” katanya.

Tanto juga berharap, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang bersikap adil dan bijaksana dalam mengurai persoalan tersebut. Pemkab Tangerang harus bisa mengambil langkah tegas, serta mendorong pengembang untuk menyelesaikan kewajiban dan tanggung jawabnya soal PSU sesuai dengan peraturan yang berlaku.

“Jangan main ambil alih saja. Kalau begini, masyarakat yang dirugikan,” tandasnya.

Kepala Dinas Binamarga dan Sumber Daya Air (SDA) Kabupaten Tangerang, H. Slamet Budhi Mulyanto, sebelumnya menegaskan, terkait adanya rencana normalisasi embung di Perumahan Mediterania Residence, pihaknya yang mendorong pihak pengembang untuk melakukan normalisasi. Karena PSU tersebut masih menjadi tanggung jawab pengembang.

“Ini masih milik pengembang, belum diserahkan ke Pemda, dan tidak boleh menggunakan APBD, bisa jadi temuan BPK nanti,” ujar H. Slamet Budhi Mulyanto ditemui di ruang kerjanya beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Winanto, Direktur PT. Buana Karya Bangun Mandiri selaku pengembang Perumahan Mediterania Residence, ketika dihubungi via WhatsApp terkait persoalan di perumahan yang dia kembangkan, belum merespon. Sampai berita ini diturunkan pun Winanto belum memberikan komentar.

Banner IDwebhost

Komentar

NEWS UPDATE