oleh

Antisipasi Banjir di Mediterania Residence dan Sekitarnya, Belum Berujung

LENSAPENA | Persoalan banjir di Perumahan Mediterania Residence Sukamulya Cikupa, Kabupaten Tangerang dan berimbas di wilayah perumahan sekitarnya sudah menjadi langganan setiap tahun, terutama pada saat musim penghujan. Persoalannya, karena debit air hujan tidak tertampung di embung milik perumahan yang dikembangkan oleh PT. Buana Karya Bangun Mandiri tersebut.

Terang saja, kawasan seluas sekitar sembilan hektar yang dulunya bekas sawah dan resapan air itu sudah padat menjadi kawasan perumahan, dan hanya tersisa sekitar 1000 meter persegi yang dijadikan embung, yang katanya sebagai prasarana dan sarana utilitas (PSU). Namun, itu pun kondisinya dangkal dan butuh normalisasi.

Untuk mengurai persoalan tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang tidak boleh ‘ujuk-ujuk’ menormalisasi embung yang saat ini masih menjadi kewenangan dan tanggung jawab pengembang itu. Karena, ada aturannya!

Pun demikian, mau-tidak mau, persoalan banjir ini harus tetap diurai. Pemerintah harus hadir untuk ikut menyelesaikan persoalan tersebut secara adil dan bijaksana. Begitu pun pihak pengembang, yaitu PT. Buana Karya Bangun Mandiri, tidak boleh ‘diem-diem bae’. Dan, harus bertangung jawab menyelesaikan persoalan prasarana dan sarana utilitas (PSU), dalam hal ini resapan air yang menjadi salah satu penyebab banjir itu.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Tifna Purnama, menyebut, pihaknya telah beberapa kali memanggil pihak pengembang, PT. Buana Karya Bangun Mandiri, untuk duduk bersama mengurai persolan tersebut. Namun hingga rapat terakhir, yaitu 1 September 2020 lalu, pihak pengembang tidak hadir.

“Justru, waktu rapat kedua saya mengundang pengembang dengan Dinas Perkim untuk membahas terkait percepatan penyerahan PSU, yang bersangkutan (bos pengembang-red) sakit,” ujar Tifna Purnama saat dihubungi melalui WhatsApp, Senin 07 September 2020.

Ia juga mengatakan, dalam kegiatan mitigasi banjir ini, tugas Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Tangerang adalah memfasilitasi koordinasi dengan para pihak terkait dalam upaya pengurangan risiko bencana, termasuk banjir di Mediterania Residence.

Berdasarkan notulen rapat yang dipimpinnya pada 1 September 2020 lalu, yaitu terkait persoalan banjir di kawasan Mediterania Residence yang berimbas ke perumahan di sekitarnya, terdapat beberapa point:

  • Tim Penanganan Banjir segera mengajukan surat permohonan bantuan pengerukan embung di Mediteranian Residence I sedalam 1,5 meter kepada Dinas Bina Marga dan SDA dengan tembusan ke Bupati Tangerang, Inspektorat Daerah, BAPPEDA Kabupaten Tangerang, dan BPKAD Kabupaten Tangerang diketahui oleh lurah dan camat;
  • Pengawasan pelaksanaan pengerukan dilakukan oleh dinas terkait;
  • Tim Penanganan Banjir mendorong pengembang untuk segera menyerahkan prasarana dan sarana utilitas (PSU) Perumahan Mediterania Residence I. Apabila tidak dilaksanakan, maka Tim Penanganan Banjir segera membuat surat permohonan pengambilalihan prasarana dan sarana utilitas (PSU) oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang ke Dinas Perumahan, Pemukiman, dan Pemakaman Kabupaten Tangerang dengan tembusan ke Bupati Tangerang, Ketua DPRD Kabupaten Tangerang, dan BPKAD Kabupaten Tangerang;
  • Dinas Binamarga dan SDA segera menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (SDA) Kabupaten Tangerang, H. Slamet Budhi Mulyanto menegaskan, pihaknya tidak bisa melakukan pengerukan sebelum embung tersebut diserahkan sepenuhnya kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang.

Karena menurut Slamet, embung yang merupakan bagian dari prasarana dan sarana utilitas (PSU) di Perumahan Mediterania Residence tersebut masih menjadi kewenangan dan tanggung jawab pengembang, dalam hal ini PT. Buana Karya Bangun Mandiri.

“Ini masih milik pengembang, belum diserahkan ke Pemda, dan tidak boleh menggunakan APBD, bisa jadi temuan BPK nanti,” ujar H. Slamet Budhi Mulyanto ditemui di ruang kerjanya, Senin 07 September 2020.

Namun demikian kata Slamet, pihaknya akan mendorong pihak pengembang PT. Buana Karya Bangun Mandiri untuk melakukan normalisasi. Terkait hal ini pula, lanjut Slamet, Dinas Binamarga dan SDA Kabupaten Tangerang siap untuk memberikan bantuan, yaitu berupa peminjaman alat berat. Namun secara teknis, pembiayaan, baik sopir maupun bahan bakar kendaraan alat berat menjadi beban dan tanggung jawab dari pihak pengembang.

“Dari dinas hanya memberikan bantuan peminjaman kendaraan alat berat, biaya operasional oleh pengembang. Biaya sopir, bahan bakar dan lain-lain, semua tanggung jawab pengembang,” tandasnya.

Disinggung mengenai persoalan di hilir yang juga menjadi salah satu penyebab banjir, selain embung Perumahan Mediterania Residence yang berimbas di perumahan sekitarnya, Slamet mengaku akan melakukan kajian terlebih dahulu. Karena, kata dia, pihaknya tidak mau melakukan kegiatan di luar aset yang bukan kewenangan Pemkab Tangerang.

Banner IDwebhost

Komentar

NEWS UPDATE