oleh

Dua Warga Positif Ini Isolasi Mandiri Serumah dengan Anggota Keluarga yang Negatif

LENSAPENA | Dua warga Kelurahan Mekar Bakti, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang yang terpapar COVID-19 dan masih menjalani isolasi mandiri satu rumah dengan dua anggota keluarganya yang negatif (berdasarkan hasil test swab), masih belum dievakuasi.

Informasi yang didapat, dalam satu keluarga yang terdiri lima orang tersebut sebenarnya ada tiga yang dinyatakan positif terpapar virus asal Wuhan-Tiongkok tersebut. Pertama adalah kakek berinisial SM (66) positif COVID-19 dan saat dirawat di RS Metro Hospital Cikupa, berikutnya adalah Nenek S (62) positif COVID-19 dengan kondisi struk dan menjalani isolasi mandiri di rumah, serta MY (41) positif COVID-19 dan menjalani isolasi mandiri di rumah. Saat ini, S dan MY menjalani isolasi mandiri satu rumah dengan SW (45) dan BB (7th), yaitu anak dan istrinya yang negatif.

Saat dihubungi lewat telpon, MY berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang dalam hal ini pihak Puskesmas Panongan segera mengevakuasi dirinya dengan ibunya, yaitu Nenek S agar terpisah dengan dua keluarganya, yaitu SW dan BB yang saat ini kondisinya negatif berdasarkan hasil test swab Rumah Sakit Hermina Bitung.

“Kami berharap segera dievakuasi, karena kalau menjalani isolasi mandiri di rumah, dan satu rumah dengan anak (BB) dan isteri (SW), ini berisiko buat mereka. Apalagi cuma ada satu kamar mandi, menurut saya ini sangat berisiko. Saya berharap saya dan ibu saya mendapatkan tempat isolasi yang memadahi, karena ruangan rumah juga kecil,” ujar MY, Senin 28 September 2020.

Ia juga mengungkapkan, informasi terbaru dari pihak Puskesmas Panongan, pihaknya masih menunggu kamar rumah sakit untuk perawatan ibunya yang positif COVID-19 dan memiliki penyakit bawaan tersebut. Karena, rumah singgah pasien COVID-19 di Hotel Yasmin, yang diperuntukan untuk pasien orang tanpa gejala (OTG).

“Kalau kata adek saya yang menghubungi pihak Puskesmas, katanya masih nunggu kamar di rumah sakit. Karena di beberapa rumah sakit, banyak yang penuh. Semoga aja cepat dapat kamar,” katanya.

Menurut MY, rencananya, ibunya akan menjalani perawatan dan isolasi di rumah sakit, sedangkan dirinya akan menjalani isolasi di rumah karantina COVID-19 di Hotel Yasmin.

“Tapi nanti masih nunggu ibu dapat kamar. Untuk sementara masih di rumah, isolasi mandiri. Karena ibu belum bisa ditinggal sebelum mendapat kamar di rumah sakit dan mendapatkan perawatan dari pihak rumah sakit,” tandasnya.

Untuk diketahui, keluarga tersebut menjalani isolasi mandiri sejak pertama ayahnya, yaitu kakek SM, dinyatakan positif COVID-19 oleh pihak RS Metro Hospital pada 22 September 2020.Untuk diketahui, keluarga tersebut tidak keluar rumah sejak pertama ayahnya, yaitu kakek SM, dinyatakan positif COVID-19 oleh pihak RS Metro Hospital pada 22 September 2020. Dan, setelah manjalani rapid test dan swab test pada 24 September 2020 dan pada Sabtu 27 September 2020 sore hasil test dinyatakan positif, mereka melakukan isolasi mandiri secara total di rumah. Namun, sejak 22 September 2020, kelurga tersebut masih dalam satu rumah.

Dihubungi melalui WhatasApp, Kepala Puskesmas Panongan, dr. Farah Sigear menjelaskan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan beberapa rumah sakit, tapi semua penuh. Sehingga belum bisa mengevakuasi dua warganya yang terpapar COVID-19 dan saat ini menjalani isolasi mandiri serumah dengan dua anggota keluarganya yang negatif.

“Lagi cari rumah sakit, sudah ke Metro Hospitals, RSU Tangerang, Siloam Kelapa Dua penuh semua, lagi tunggu jawaban (dari rumah sakit yang lain-red). Untuk anaknya tunggu ibunya masuk RS baru ke Yasmin,” pungkasnya.

Banner IDwebhost

Komentar

NEWS UPDATE